Polda Jabar Tindak Tegas Premanisme dan Gesekan Suporter di FIFA ASEAN Cup 2026


BANDUNG - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman, kejahatan jalanan, aksi premanisme, hingga potensi gesekan antarsuporter selama perhelatan FIFA ASEAN Cup 2026. Sikap tegas ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam mengutamakan keselamatan pemain, ofisial, dan masyarakat umum, sekaligus mengambil pelajaran berharga dari tragedi sepak bola di masa lalu.

Langkah penegakan hukum tersebut menjadi pilar utama dalam Rencana Operasi "Garuda Bakti - 2026" yang difokuskan untuk mengawal pertandingan Premier Division Grup B di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada 24 September hingga 6 Oktober 2026. Grup B sendiri dihuni oleh empat tim nasional negara ASEAN dan kawasan, yakni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan pesan tegas mengenai filosofi pengamanan yang diterapkan kepolisian.

"Kami menyadari bahwa ajang berskala internasional ini membawa kebanggaan sekaligus tantangan bagi Jawa Barat. Oleh karena itu, melalui Operasi Garuda Bakti 2026, kami mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, didukung penegakan hukum yang tegas. Kami tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman, baik itu kejahatan jalanan, aksi premanisme, hingga potensi gesekan antarsuporter. Keselamatan pemain, ofisial, dan masyarakat adalah prioritas utama kami, dengan terus mengambil pelajaran dari tragedi masa lalu agar tidak kembali terulang," tegas Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Senin (21/9/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Polda Jabar telah memetakan berbagai potensi gangguan keamanan secara mendalam. Kerawanan yang diantisipasi meliputi kejahatan jalanan, aksi intoleransi, hingga potensi rivalitas antarsuporter yang rawan memicu gesekan.

Untuk membentengi area pertandingan, kepolisian menerjunkan 2.025 personel gabungan yang didukung 290 personel dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan. Pengamanan di dalam Stadion Si Jalak Harupat mengusung pola empat zonasi (Ring 1 hingga Ring 4). Khusus area Ring 1, pengamanan utama berada di tangan steward, sedangkan personel kepolisian bersiap siaga apabila terjadi situasi yang memerlukan tindakan hukum lebih lanjut.

Guna memastikan kondisi wilayah tetap kondusif, Polda Jabar juga menempatkan 156 personel di enam beat pengamanan lalu lintas mulai dari Fly Over Kopo, Sayati, Katapang, Soreang, hingga gerbang stadion dan Gajah Mekar. Petugas di lapangan siap melakukan skema sterilisasi, penyekatan jalan, hingga bertindak sebagai pagar betis untuk mengawal pergerakan rombongan bus pemain serta suporter.

Tidak hanya di area stadion, pengamanan berstandar tinggi (Ring I hingga Ring III) turut diberlakukan di empat hotel akomodasi delegasi, yakni Hotel Pullman Bandung Grand Central, Crowne Plaza, Trans Luxury, dan Hilton Bandung. Selain itu, sebanyak 125 personel dari Polrestabes Bandung disiagakan untuk mengamankan empat lokasi latihan tim nasional di Lapangan Arcamanik, Saraga ITB, Lapangan Sidolig, dan Lapangan Unpad secara terbuka maupun tertutup.

Dengan kesiapan pasukan yang terintegrasi dan penindakan yang terukur, Polda Jabar mengimbau seluruh masyarakat dan pencinta sepak bola untuk saling menjaga ketertiban umum demi menyukseskan gelaran internasional ini. (*)
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terkini

  • Polda Jabar Tindak Tegas Premanisme dan Gesekan Suporter di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Polda Jabar Tindak Tegas Premanisme dan Gesekan Suporter di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Polda Jabar Tindak Tegas Premanisme dan Gesekan Suporter di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Polda Jabar Tindak Tegas Premanisme dan Gesekan Suporter di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Polda Jabar Tindak Tegas Premanisme dan Gesekan Suporter di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Polda Jabar Tindak Tegas Premanisme dan Gesekan Suporter di FIFA ASEAN Cup 2026