Konsolidasi FKJI Indramayu: 14 Organisasi Pers Bersatu Perkuat Profesionalisme dan KEJ
INDRAMAYU - Forum Ketua Jurnalis Indramayu (FKJI) menegaskan komitmen kesolidan organisasi dalam mengawal dinamika pers di era digital. Langkah ini diwujudkan melalui gelaran rapat konsolidasi internal bertempat di Rumah Makan Payoe, Jalan Olahraga, Indramayu, pada Rabu (5/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di bawah kepemimpinan Asmawi Day tersebut berfokus utama pada penguatan struktur kepengurusan baru organisasi. Hal ini ditujukan untuk membangun landasan tata kelola yang lebih solid dan terarah.
Selain penataan struktur, agenda konsolidasi berfokus pada upaya peningkatan profesionalisme insan pers di wilayah Kabupaten Indramayu. Langkah ini penting untuk menjawab tantangan dan dinamika media digital saat ini.
Di samping itu, rapat internal tersebut menekankan penguatan fungsi kontrol sosial pekerja media. Seluruh jurnalis diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal di tengah kehidupan bermasyarakat.
FKJI menegaskan bahwa pelaksanaan tugas seluruh insan pers wajib berlandaskan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Hal ini menjadi payung hukum utama bagi kebebasan dan tanggung jawab jurnalistik.
Selain kepatuhan pada undang-undang, para jurnalis diminta untuk senantiasa taat pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Penyajikan berita pun diwajibkan selalu memenuhi asas berimbang tanpa memihak.
Ketua FKJI, Asmawi Day, mengonfirmasi bahwa sebanyak 14 pimpinan organisasi kewartawanan kini telah bersatu padu di bawah naungan FKJI. Langkah strategis ini ditempuh untuk memperkuat solidaritas di tingkat lokal.
Penyatuan belasan organisasi ini juga ditujukan langsung untuk meningkatkan kualitas karya jurnalistik yang dihasilkan di Kabupaten Indramayu secara berkelanjutan.
"Anggota kami terdiri dari 14 unsur organisasi, forum, dan komunitas kewartawanan yang telah menyatakan solid melalui konsolidasi ini. Jumlah tersebut masih sangat memungkinkan bertambah," ujar Asmawi, yang akrab disapa Bang Day.
Ia menekankan pentingnya menjaga loyalitas, soliditas, serta sikap profesional bagi setiap jurnalis. Hal tersebut menjadi modal utama dalam menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat.
Guna merealisasikan target tersebut, FKJI memproyeksikan peningkatan kompetensi para anggota ke depan. Program ini akan diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai pelatihan jurnalistik secara berkala.
Tak hanya pelatihan, FKJI juga mendorong partisipasi aktif seluruh anggotanya dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) berjenjang. Langkah ini krusial untuk memastikan standar keahlian para jurnalis teruji secara resmi.
Daftar pimpinan organisasi yang tergabung dalam FKJI meliputi Chong Soneta (KOMBES), Atim Sawano (IWOI), Dewa (PJIB), Cutisna (JOIN), Asmawi Day (Ketua FKJI), Wira (KWRI), H. A. Gani (FORWIT), Ali Z (Geplak), Dedi S. Musashi (PWI), Tomi Susanto (FPWI), Kang Supardi (IWO), Nurpad (KJB), Almak (IWO), serta Taufik (IMOI).
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWI Kabupaten Indramayu, H Dedi S Musashi, bersama H Udi Iswahyudi, turut menyampaikan pandangan strategis. Mereka menyoroti pentingnya menjaga marwah organisasi pers.
Keduanya mengimbau agar organisasi terhindar dari tindakan pencatutan nama oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini dinilai krusial agar FKJI tetap memiliki wibawa, integritas, dan kredibilitas di mata publik.
"Semoga para jurnalis dapat terus menjadi pilar demokrasi yang sehat, independen, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas. Mari jaga kesolidan ini dan tetap konsisten pada jalur profesional," tegas H Udi.
Melalui konsolidasi ini, FKJI diharapkan mampu melahirkan insan pers di Bumi Wiralodra yang semakin cerdas. Insan media dituntut untuk sigap dalam menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Akhirnya, seluruh jurnalis di bawah naungan FKJI diharapkan terus berkomitmen menyajikan berita berimbang serta taat pada kaidah jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). (*)
Editor: Ade Irawan