Menjemput Berkah Panen, Desa Kalianyar Indramayu Gelar Tradisi Mapag Sri dengan Wayang Kulit Semalam Suntuk


INDRAMAYU - Aroma tanah basah dan hamparan padi yang menguning menjadi saksi khidmatnya pelestarian budaya di pesisir Indramayu. Masyarakat Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu kembali menggelar adat tahunan Mapag Sri pada Minggu, 5 Juli 2026. Sebagai puncak rasa syukur atas hasil bumi, sebuah pagelaran wayang kulit semalam suntuk dihadirkan untuk menghibur sekaligus mengedukasi warga.

Mapag Sri, yang secara harfiah berarti "menjemput Dewi Sri" (simbol kesuburan dan padi), bukan sekadar rutinitas musiman bagi masyarakat agraris di wilayah ini. Tradisi ini merupakan jembatan spiritual dan sosial yang mempertemukan rasa syukur kepada Sang Pencipta dengan penghormatan terhadap alam.

Pelaksanaan ritual adat tahun ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Suasana sakral begitu terasa sejak dimulainya rangkaian acara yang dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga aparat keamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Dalam momentum yang sarat akan nilai gotong royong ini, Sekretaris Desa Kalianyar, Fajriyah SPdI hadir memberikan sambutan resmi mewakili Kuwu Desa Kalianyar, Syahroni Agus yang berhalangan hadir langsung. Di hadapan ratusan warga yang berkumpul, Fajriyah menyampaikan pesan mendalam mengenai arti penting kerukunan dan pelestarian adat.

"Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat untuk melaksanakan Tradisi Mapag Sri ini," ujar Fajriyah membuka sambutannya.

Lebih lanjut, pihak pemerintah desa mengapresiasi tinggi sinergi yang ditunjukkan oleh segenap lapisan masyarakat sehingga acara ini dapat berjalan dengan kondusif dan meriah.

"Pada kesempatan ini, saya Fajriyah SPdI selaku Sekretaris Desa Kalianyar, mewakili Bapak Kuwu Syahroni Agus menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran serta partisipasi seluruh warga dalam acara ini," tambahnya.

Fajriyah menegaskan bahwa Mapag Sri bukan sekadar ritual seremonial, melainkan pilar penting bagi ketahanan sosial dan jati diri masyarakat petani.

"Tradisi Mapag Sri bukan sekadar kegiatan adat biasa, melainkan wujud rasa syukur kita atas nikmat kesuburan tanah, keberhasilan panen, serta harapan agar senantiasa diberikan rezeki yang melimpah, ketenteraman, dan kemakmuran bersama. Selain itu, tradisi ini juga mengandung nilai luhur: menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong-royong, serta melestarikan jati diri budaya leluhur agar dapat diteruskan kepada generasi mendatang." Jelasnya.

Pemerintah Desa Kalianyar berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi agenda kebudayaan yang mampu mempererat ikatan kekeluargaan antar-warga desa.

"Semoga semangat kebersamaan ini juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari, dalam mengerjakan pekerjaan pertanian, usaha, serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan desa. Semoga dengan terselenggaranya acara ini, Desa Kalianyar senantiasa dijauhkan dari marabahaya, tanahnya tetap subur, usahanya dimudahkan, dan seluruh warga hidup rukun serta sejahtera," harapnya.

Kebersamaan warga Desa Kalianyar dibuktikan langsung melalui keterlibatan aktif di setiap tahapan acara. Prosesi adat tidak berjalan secara instan, melainkan bergulir runut melalui rangkaian kegiatan gotong royong sejak pagi hari.

Berikut adalah tahapan pelaksanaan Tradisi Mapag Sri di Desa Kalianyar:
  • Kerja Bakti Massal: Warga bersama-sama membersihkan lingkungan pemukiman dan sekitar balai desa.
  • Persiapan Sesaji: Pembuatan sesaji adat ritual secara sakral oleh para tokoh sepuh desa.
  • Prosesi Menjemput Lambang Dewi Sri: Kirab budaya menjemput simbol kesuburan padi sebagai inti dari tradisi Mapag Sri.
  • Doa Bersama: Ruwatan dan pembacaan doa keselamatan agar desa terhindar dari marabahaya.
  • Makan Bersama: Sesi ramah tamah seluruh warga dan tamu undangan yang mempererat kebersamaan.
Setelah seluruh rangkaian ritual siang hari selesai dengan tertib dan lancar, perhatian warga beralih ke panggung utama pada malam harinya. Penampilan kesenian khas daerah menjadi hidangan pembuka yang apik, sebelum akhirnya alunan gending gamelan bertalu menandai dimulainya pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Lakon pewayangan yang dibawakan sarat akan filosofi kemakmuran, keadilan, dan petuah hidup bagi masyarakat petani. Melalui perayaan Mapag Sri ini, Pemerintah Desa dan warga Kalianyar kembali menegaskan identitas kolektif mereka bahwa di tengah arus modernisasi, akar budaya, rasa syukur, serta kepedulian antar-sesama tidak akan pernah luntur dari bumi Indramayu. (*)
Kabiro Indramayu: Warsana • Editor: Abdul Jaelani
Baca juga
Tersalin!

Berita Terkini

  • Menjemput Berkah Panen, Desa Kalianyar Indramayu Gelar Tradisi Mapag Sri dengan Wayang Kulit Semalam Suntuk
  • Menjemput Berkah Panen, Desa Kalianyar Indramayu Gelar Tradisi Mapag Sri dengan Wayang Kulit Semalam Suntuk
  • Menjemput Berkah Panen, Desa Kalianyar Indramayu Gelar Tradisi Mapag Sri dengan Wayang Kulit Semalam Suntuk
  • Menjemput Berkah Panen, Desa Kalianyar Indramayu Gelar Tradisi Mapag Sri dengan Wayang Kulit Semalam Suntuk
  • Menjemput Berkah Panen, Desa Kalianyar Indramayu Gelar Tradisi Mapag Sri dengan Wayang Kulit Semalam Suntuk
  • Menjemput Berkah Panen, Desa Kalianyar Indramayu Gelar Tradisi Mapag Sri dengan Wayang Kulit Semalam Suntuk