Sungai Cibuaya Meluap: Jalan Penghubung di Lelea Terputus dan 500 Hektare Sawah Terendam
INDRAMAYU – Tingginya intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Indramayu menyebabkan Sungai Cibuaya meluap dan merendam akses jalan serta lahan pertanian. Setelah sebelumnya Sungai Asin di Widasari meluap, kini giliran Jalan Telagasari-Tempel di Kecamatan Lelea yang tergenang air hingga setinggi lutut orang dewasa.
Luapan air mulai melimpas ke jalan pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas transportasi warga, tetapi juga berdampak luas pada sektor pertanian di wilayah tersebut.
Sekretaris Kecamatan Lelea, Baman, mengonfirmasi bahwa debit air masih bertahan tinggi hingga Jumat (30/1/2026). Selain memutus akses jalan utama, banjir ini dilaporkan merendam sekitar 500 hektare areal pesawahan petani yang mayoritas baru saja melakukan tebar bibit dan persemaian.
“Luapan air merendam sawah petani diperkirakan mencapai 500 hektare. Kami terus berkoordinasi dengan UPT DKPP Lelea untuk pendataan lebih lanjut,” ujar Baman, Jumat (30/1/2026).
Pemerintah Kecamatan Lelea saat ini telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu untuk langkah siaga darurat. Baman juga mengimbau Pemerintah Desa (Pemdes) yang dilalui aliran Sungai Cibuaya untuk terus memantau debit air dan meminta warga agar tetap waspada.
“Warga harus selalu siaga. Karena jalan ini akses utama, warga yang melintas terpaksa saling bantu agar bisa lewat. Kami berharap debit air cepat turun,” tambahnya.
Kardani (46), warga Desa Telagasari, mengungkapkan bahwa luapan terjadi sangat cepat karena sungai-sungai kecil di sekitar persawahan sudah tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, jalan kabupaten sepanjang 500 meter yang menghubungkan Desa Telagasari dan Desa Tempel terendam cukup dalam.
“Motor yang memaksakan melintas banyak yang mogok. Kami berharap ada langkah nyata dari Pemerintah Daerah untuk mengatasi banjir ini agar tidak terus berulang setiap musim penghujan,” tutur Kardani. (*)
