Predator Alami Jadi Solusi, Sinergi Polri dan Petani Arahan Pasang Rubuha di Desa Cidempet
INDRAMAYU – Menanggapi tantangan hama tikus yang kerap menghantui produktivitas sawah, para petani di Desa Cidempet, Kecamatan Arahan, kini beralih ke strategi "Predator Alami". Melalui pemasangan perdana Rumah Burung Hantu (Rubuha), wilayah ini mulai menerapkan solusi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, Kamis (15/1).
Uniknya, aksi ini tidak hanya melibatkan unsur dinas pertanian, tetapi juga didampingi langsung oleh AIPDA Aang Kunaefi, anggota Polsek Cantigi yang juga menjabat sebagai Ketua GP3A Dwi Tani Sejahtera. Kehadiran personel Polri yang terjun langsung mengelola organisasi petani ini menjadi simbol nyata dukungan keamanan terhadap sektor hulu ketahanan pangan.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kapolsek Cantigi, IPDA H. Casmin, menekankan bahwa burung hantu adalah mitra alami terbaik bagi petani. Satu pasang burung hantu yang menghuni satu Rubuha diperkirakan mampu menjaga stabilitas ekosistem dan mengendalikan populasi tikus di lahan persawahan seluas kurang lebih lima hektar.
“Kami mengapresiasi langkah inovatif ini. Burung hantu sangat efektif sebagai pembasmi tikus tanpa harus menggunakan racun atau bahan kimia berbahaya yang dapat merusak kualitas tanah dan lingkungan,” jelas IPDA H. Casmin, Jumat (16/1).
Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Arahan, AKP Sutrisno, yang turut hadir di lokasi, memandang pemasangan Rubuha sebagai langkah strategis untuk menekan kerugian materiil petani secara signifikan. Sinergi antara pemerintah kecamatan, TNI, Polri, hingga mahasiswa KKN Unpad dalam kegiatan ini menunjukkan kekompakan lintas sektoral di Bumi Wiralodra.
“Ini adalah contoh sinergi yang sehat. Polri hadir memastikan setiap program pemerintah yang bertujuan menyejahterakan petani bisa berjalan lancar di lapangan. Jika predator alami ini berkembang, produktivitas lahan akan terjaga dan petani merasa lebih tenang,” ungkap AKP Sutrisno.
Dengan dipasangnya Rubuha perdana ini, Kecamatan Arahan diharapkan menjadi pilot project bagi wilayah lain di Indramayu untuk meninggalkan metode lama dan beralih ke cara-cara cerdas yang menjaga keseimbangan ekosistem demi kedaulatan pangan nasional. (*)
Editor: Ade Irawan