Indramayu Dikepung Banjir: Sembilan Ruas Jalan Protokol Lumpuh, Sejumlah Sekolah Terendam
INDRAMAYU — Intensitas hujan yang ekstrem pada awal tahun 2026 mengakibatkan sejumlah jalan protokol di jantung Kota Indramayu lumpuh total. Jalan-jalan strategis yang biasanya padat kendaraan terpantau sepi sepanjang Selasa (27/1/2026) akibat kepungan banjir yang merata di berbagai titik.
Warga dan pengguna jalan melalui media sosial memberikan imbauan agar masyarakat tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Sembilan ruas jalan yang dilaporkan terdampak parah meliputi Jalan Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, Suprapto, Pandjaitan, Mayor Sasta Atmaja, Gatot Subroto, Pahlawan, jalur Paoman – Karangturi, hingga area depan GOR Singalodra.
"Jangan ke kota, airnya sudah selutut," tulis salah satu warga, Sudiryo, dalam unggahan status media sosialnya saat menggambarkan kondisi jalur Paoman – Karangturi pada Selasa sore.
Dampak pada Sektor Pendidikan Selain melumpuhkan akses jalan, banjir juga merendam sejumlah fasilitas pendidikan di jantung kota, di antaranya SMAN 2 Indramayu, SMKN 1 Indramayu (Gatot Subroto), dan SDN 2 Karanganyar. Kondisi ruang kelas yang kemasukan air memaksa pihak sekolah menghentikan aktivitas belajar tatap muka.
Kepala SMAN 2 Indramayu, Erna Setyawati, M.Pd., menyatakan bahwa pihaknya memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari ke depan. Banjir di sekolah yang terletak di Jalan Pahlawan tersebut diduga dipicu oleh mampetnya saluran air di sepanjang jalan utama, termasuk area yang berdekatan dengan Kantor Dinas PUPR Indramayu.
"Saya langsung kirimkan video kondisi banjir ke Pak Gubernur, dan alhamdulillah langsung ditindaklanjuti oleh Disdik Jabar. Sudah diukur oleh konsultan untuk segera dibangun tindakan preventif agar sekolah tidak lagi kebanjiran," jelas Erna, Rabu (28/1).
Imbauan Dinas Pendidikan Kondisi serupa terjadi di SDN 2 Karanganyar dan SMKN Gatot Subroto. Menurut salah satu wali murid, Ida Farida, air di SMKN Gatot Subroto bahkan mencapai ketinggian selutut orang dewasa, sehingga para siswa diinstruksikan belajar dari rumah.
Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, H. Caridin, mengimbau seluruh kepala sekolah yang terdampak untuk segera melapor ke dinas terkait.
“Untuk sekolah yang darurat terkena banjir sehingga tidak bisa melaksanakan proses pembelajaran, anak diwajibkan belajar di rumah,” tegas H. Caridin. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca guna menentukan kebijakan lebih lanjut terkait keselamatan siswa dan pengajar. (*)
