INDRAMAYU, (nusantaraindonesia.id),- Akibat tingginya curah hujan, petani garam di Desa Tanjakan Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu tidak dapat memproduksi garam.

Pantauan di lapangan, tambak garam milik petani di desa tersebut terendam air hujan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, para petani garam merubah empang garamnya menjadi ikan baik udang maupun ikan bandeng.

Menurut Petani Garam, Apidin, akibat musim hujan, empang garamnya terendam air hujan.

Sehingga untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya, empang garam tersebut dirubah menjadi empang ikan.

Para petani berharap, Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk turun tangan membantu para petani garam agar pasokan garam tetap aman dan stabil harganya. (Sofwan)