KUNINGAN - Virus Corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit yang ditimbulkan karena infeksi ini disebut Covid-19, Virus Corona ini dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Tidak hanya berdampak pada gangguan kesehatan saja, namun Virus Corona yang saat ini tengah mewabah hampir di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia, juga berdampak pada perekonomian masyarakat dan kehidupan sosial.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kuningan, H.M Ridho Suganda, SH., M.Si, dihadapan masyarakat dan perangkat desa saat melakukan Monitoring Penanggulangan Covid-19 di Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, seperti dilansir laman resmi Pemkab Kuningan, kuningankab.go.id.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Camat beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Cipicung, dan kepala desa setempat.

“Virus Corona ini, tidak hanya menimbulkan gangguan kesehatan saja, tapi lebih dari itu juga berdampak pada perekonomian dan kehidupan sosial. Usaha masyarakat jadi terganggu karena harus stay at home. Bahkan diantara kita pun harus saling menjaga jarak dan tidak boleh bersalaman untuk menghindari penularan virus, yang tentunya ini sangat bertolak belakang sekali dengan kita sebagai masyarakat dengan adat ketimuran,” tutur Wabup.

Namun, sambungnya, untuk mengatasi masalah perekonomian, pemerintah, baik pusat, provinsi, dan daerah, saat ini tengah berupaya menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan uang tunai kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian, terutama masyarakat pekerja harian yang terdampak Covid-19.

“Ini merupakan tugas yang berat bagi pemerintah, terutama bagi kepala desa yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Untuk itu, kepada Pak Kuwu, diharapkan dapat menyalurkan bantuan ke tangan yang tepat kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan ditengah situasi yang sedang sulit ini,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah seperti, rajin mencuci tangan dan menggunakan masker agar tidak terpapar Virus Corona.

“Terutama kepada masyarakat perantau yang datang dari zona-zona merah untuk mematuhi anjuran pemerintah dengan diam dulu di rumah selama 14 hari, untuk mengetahui terpapar atau tidaknya dari Corona. Jika ada gejala seperti, demam, batuk kering dan sesak nafas, segera hubungi pihak desa dan Puskesmas, biar nanti tim medis yang datang kerumah, jangan datang sendiri ke Puskesmas,” pungkasnya.

(Redaksi)