Utamakan Keselamatan, Kilang Pertamina Balongan Sosialisasikan Kebijakan Stop Work Authority dan Buddy System
INDRAMAYU – Keselamatan kerja terus menjadi prioritas utama yang dikampanyekan oleh PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balongan kepada seluruh pekerja, mitra kerja, hingga kontraktor. Implementasi ini ditegaskan kembali guna memastikan setiap aktivitas operasional berjalan tanpa mengorbankan keselamatan jiwa dan aset perusahaan.
Untuk memperkuat budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan kerja, manajemen Kilang Pertamina Balongan kembali menyosialisasikan pentingnya menjalankan kebijakan Stop Work Authority (SWA) secara konsisten. Sosialisasi ini disampaikan dalam giat Grand Safety Talk Mogas yang berlangsung di Halaman HSSE Check Point RU VI, Senin (4/5).
Senior Manager Operation and Manufacturing (SMOM) RU VI Balongan, Eko Nurcahyono, menyampaikan bahwa SWA merupakan wewenang penuh yang diberikan kepada setiap pekerja maupun mitra kerja untuk menghentikan pekerjaan seketika apabila ditemukan kondisi atau tindakan yang dinilai tidak aman.
“Saya tegaskan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk melakukan SWA tanpa terkecuali jika terdapat pekerjaan yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan dan operasi,” tegas Eko Nurcahyono.
Eko juga menambahkan, lebih baik menghentikan pekerjaan untuk sementara waktu demi melakukan evaluasi daripada membiarkan kecelakaan kerja terjadi. Terkait tindakan tersebut, manajemen memberikan jaminan penuh bahwa tidak akan ada sanksi apa pun bagi pekerja yang menggunakan hak SWA dengan itikad baik.
Memperkuat komitmen pelaksanaan keselamatan kerja, General Manager Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo, mengingatkan bahwa sebagian besar insiden di lapangan terjadi bukan karena ketidaktahuan pekerja, melainkan karena kelalaian, sikap terburu-buru, atau mengabaikan prosedur operasional standar (SOP) yang sudah ditetapkan.
“Patuhi HSSE Golden Rules, yaitu Patuhi, Intervensi, dan Peduli. Safety adalah prioritas utama kita bersama. Tidak ada pekerjaan yang begitu penting di dunia ini sehingga harus mengorbankan keselamatan,” kata Yulianto.
Selain kebijakan SWA, General Manager juga menekankan pentingnya penerapan Buddy System (sistem berpasangan) saat melakukan aktivitas di area yang memiliki risiko tinggi kecelakaan kerja.
Melalui sistem ini, diatur regulasi ketat bahwa tidak boleh ada pekerja yang melakukan tugas sendirian di dalam area Kilang RU VI.
Kehadiran rekan kerja dalam satu tim berfungsi untuk saling mengingatkan, mengawasi tindakan tidak aman, serta siap memberikan bantuan cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
“Dengan adanya Buddy System, kita dapat meningkatkan kewaspadaan kolektif di area kerja serta memastikan respons yang jauh lebih cepat terhadap setiap potensi bahaya yang muncul,” pungkas Yulianto. (*)
Pewarta: Sofwan • Editor: Abdul Jaelani