Tragedi Jembatan Sewo Kembali Terulang, Polisi Tegaskan Bahaya Maut Bagi Penyapu Koin di Jalur Pantura


INDRAMAYU - Tragedi kemanusiaan kembali mewarnai jalur Pantura perbatasan Indramayu-Subang. Peristiwa tewasnya seorang penyapu koin akibat dihantam truk kontainer di Jembatan Sewo, Kamis (07/05/2026) pagi, menjadi pengingat pahit akan tingginya risiko maut yang mengintai di balik tradisi turun-temurun tersebut.

Aktivitas penyapu koin yang kerap memenuhi bahu jembatan kini kembali memakan korban jiwa. Korban, Surtinih (40), warga Desa Cilandak Lor, Kecamatan Anjatan, tak kuasa menyelamatkan diri saat truk kontainer bernopol B 9975 UEM kehilangan kendali dan meluncur ke arah kerumunan warga di pinggir jalan.

Merespons kejadian memilukan tersebut, pihak kepolisian kembali mengeluarkan imbauan keras terkait faktor keselamatan (safety) di area Jembatan Sewo. 

Kapolsek Sukra, Iptu Andi Supriyatna, menegaskan bahwa bahu jalan raya terlebih di jalur cepat Pantura bukanlah tempat yang aman untuk beraktivitas statis dalam waktu lama.

"Kami sudah berulang kali mengingatkan, namun aktivitas ini masih terus berjalan. Peristiwa hari ini membuktikan bahwa risiko maut itu nyata. Ruang jalan adalah kawasan berisiko tinggi bagi pejalan kaki, terutama di titik lelah pengendara seperti perbatasan daerah," tegas Iptu Andi.

Secara teknis, lokasi Jembatan Sewo sering kali menjadi titik di mana pengemudi jarak jauh mulai mengalami penurunan konsentrasi atau microsleep. Dalam kondisi sopir yang mengantuk atau kendaraan mengalami rem blong, warga yang berada di bahu jembatan menjadi pihak yang paling rentan menjadi korban.

"Pengemudi kontainer diduga dalam kondisi mengantuk sehingga kendaraan oleng ke kanan. Dalam situasi seperti itu, warga yang berada di pinggir jembatan tidak memiliki ruang atau waktu yang cukup untuk menghindar," tambahnya.

Pihak kepolisian berharap kejadian yang merenggut nyawa warga Anjatan ini menjadi pelajaran terakhir bagi masyarakat sekitar maupun warga yang melintas. Tradisi melempar atau menyapu koin diharapkan dapat ditinjau kembali oleh masyarakat demi keselamatan bersama.

"Kami sangat berbelasungkawa, namun kami juga meminta kerja sama masyarakat untuk tidak lagi melakukan aktivitas di sepanjang Jembatan Sewo. Nyawa jauh lebih berharga daripada koin-koin yang dikumpulkan di jalan raya," pungkasnya.

Sementara kasus kecelakaan ini telah ditangani sepenuhnya oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Indramayu. (*)
Pewarta: Rudi • Editor: Ade Irawan
Baca juga
Tersalin!

Berita Terkini

  • Tragedi Jembatan Sewo Kembali Terulang, Polisi Tegaskan Bahaya Maut Bagi Penyapu Koin di Jalur Pantura
  • Tragedi Jembatan Sewo Kembali Terulang, Polisi Tegaskan Bahaya Maut Bagi Penyapu Koin di Jalur Pantura
  • Tragedi Jembatan Sewo Kembali Terulang, Polisi Tegaskan Bahaya Maut Bagi Penyapu Koin di Jalur Pantura
  • Tragedi Jembatan Sewo Kembali Terulang, Polisi Tegaskan Bahaya Maut Bagi Penyapu Koin di Jalur Pantura
  • Tragedi Jembatan Sewo Kembali Terulang, Polisi Tegaskan Bahaya Maut Bagi Penyapu Koin di Jalur Pantura
  • Tragedi Jembatan Sewo Kembali Terulang, Polisi Tegaskan Bahaya Maut Bagi Penyapu Koin di Jalur Pantura