RSUD Indramayu Kini Bisa Tangani Operasi Jantung Mandiri, Warga Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah
INDRAMAYU – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Indramayu, khususnya bagi para pengidap penyakit jantung. Mulai saat ini, proses rujukan medis yang memakan waktu lama dan biaya transportasi besar ke luar kota dapat dipangkas secara signifikan.
Hal tersebut dipastikan setelah Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau langsung kesiapan fasilitas Cath Lab (laboratorium kateterisasi jantung) dan Instalasi Radiologi canggih bantuan dari Kementerian Kesehatan di RSUD Indramayu, Senin (5/5).
Dengan beroperasinya alat modern ini, RSUD Indramayu kini resmi memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan penanganan kasus jantung intervensi dan neurointervensi secara mandiri dan cepat.
“Ini adalah lompatan besar untuk efisiensi layanan warga. Selama ini, banyak pasien jantung kita yang harus dirujuk ke rumah sakit di kota besar luar daerah. Dengan adanya Cath Lab di RSUD Indramayu, waktu penanganan bisa lebih cepat, hemat ongkos bagi keluarga, dan yang paling penting bisa menyelamatkan nyawa di masa-masa kritis (golden period),” ujar Lucky Hakim.
Selain mengecek kesiapan alat-alat medis berteknologi tinggi, kunjungan kerja Bupati Lucky Hakim juga diwarnai dengan peninjauan sisi pelayanan sosial. Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Kementerian Sosial RI menggelar bakti sosial operasi katarak massal secara gratis.
Sebanyak 200 warga dari keluarga kurang mampu yang tersebar di wilayah Indramayu mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dengan jelas setelah melalui proses penyaringan medis (assessment).
Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Ade Suhayati, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam meruntuhkan dinding pembatas akses kesehatan bagi warga miskin.
Bupati Lucky Hakim mengingatkan jajaran manajemen rumah sakit bahwa kecanggihan alat tidak akan berarti tanpa adanya perubahan budaya kerja. Ia menginstruksikan agar seluruh lini pelayanan, mulai dari pendaftaran hingga poliklinik, menerapkan pelayanan yang responsif, terutama bagi kalangan lanjut usia (lansia) dan pasien kurang mampu.
"Fasilitas yang hebat harus dibarengi dengan senyuman dan keramahan para tenaga medis. Kita harus memberikan prioritas penuh dan kemudahan bagi orang tua kita yang lansia saat berobat ke sini," tegas Lucky.
Guna mengimbangi kehadiran fasilitas baru penunjang penanganan penyakit katastropik utama (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi/KJSU) ini, RSUD Indramayu juga telah mengirimkan sejumlah tenaga medis lokal untuk mengikuti pelatihan intensif, sehingga operasional teknologi baru ini ditangani oleh SDM yang benar-benar ahli di bidangnya. (*)
Editor: Abdul Jaelani