Police Goes to School di Sliyeg Indramayu: Bentuk Pelajar Sadar Hukum Jadi Agen Perubahan
INDRAMAYU - Program edukasi hukum sejak dini terus digencarkan oleh aparat kepolisian di wilayah hukum Polsek Sliyeg. Melalui pendekatan yang interaktif dan humanis, Polsek Sliyeg jajaran Polres Indramayu Polda Jabar melaksanakan program Police Goes to School di MTs Darul Ma'arif, Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jumat (15/05/2026).
Mulai pukul 14.00 WIB, kegiatan ini dikemas secara dialogis guna membentuk karakter generasi muda di Desa Sleman agar memiliki kesadaran hukum yang tinggi sejak bangku sekolah.
Hadir langsung sebagai pemateri, Kanit Binmas Polsek Sliyeg Aiptu Akis Jahari, SH, MH, memberikan sosialisasi pembinaan hukum dan Kamtibmas di hadapan ratusan pelajar. Pihak kepolisian menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan hukum merupakan modal utama bagi masa depan para siswa.
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kapolsek Sliyeg AKP Edi Mulyana S, mengungkapkan harapan besar agar materi yang disampaikan dapat diimplementasikan para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali para siswa dengan pemahaman hukum yang baik. Harapannya, mereka tidak hanya taat aturan di sekolah, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang sadar hukum di tengah lingkungan masyarakat," ujar AKP Edi Mulyana.
Dalam pemaparannya, Aiptu Akis Jahari mengajak para siswa untuk menjauhi berbagai tindakan negatif yang dapat merusak masa depan, seperti aksi tawuran, bahaya penyalahgunaan narkoba, hingga pentingnya etika dan sikap bijak dalam menggunakan media sosial.
Penyampaian materi yang santai namun berbobot membuat para pelajar tampak antusias. Sesi tanya jawab interaktif dimanfaatkan para siswa MTs Darul Ma'arif untuk berkonsultasi langsung mengenai batasan hukum dalam pergaulan remaja masa kini.
Kapolsek Sliyeg menambahkan bahwa edukasi ke sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Sliyeg akan terus dilakukan secara berkesinambungan. Pembentukan karakter pelajar yang taat hukum dinilai sebagai investasi jangka panjang yang sangat efektif dalam menciptakan kondusivitas wilayah.
"Jika para pelajar sudah memiliki kesadaran hukum yang tinggi, maka potensi gangguan Kamtibmas yang melibatkan remaja dapat kita minimalisir sedini mungkin. Kami ingin lingkungan pendidikan di Sliyeg ini melahirkan generasi yang cerdas sekaligus taat hukum," pungkasnya. (*)
Pewarta: Edi Yanto • Editor: Abdul Jaelani