Pertahankan Lumbung Pangan Nasional, Bupati Lucky Hakim Ajukan Proposal Infrastruktur Strategis ke Menteri Pertanian
JAKARTA – Bupati Indramayu Lucky Hakim bergerak cepat guna mempertahankan posisi Kabupaten Indramayu sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional. Didampingi jajaran terkait, Bupati Lucky melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis (30/4).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lucky menyerahkan langsung dokumen permohonan dukungan fasilitas sarana dan prasarana (sarpras) pertanian yang vital bagi keberlanjutan produksi padi di Bumi Wiralodra. Selain mengajukan usulan, Lucky juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terbangun selama ini.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Menteri Pertanian RI atas bantuan dan perhatiannya yang berkelanjutan bagi Kabupaten Indramayu,” ungkap Bupati Lucky Hakim.
Berdasarkan data yang dipaparkan Bupati, Indramayu mencatatkan performa impresif sepanjang tahun 2025. Dengan Luas Baku Sawah mencapai 124.517 hektare dan Indeks Pertanaman (IP) 1,8 poin, Indramayu berhasil mencapai Luas Tanam: 251.971 hektare, Luas Panen: 249.817 hektare, Produksi Padi: Menembus 1,7 juta ton GKP (Setara 900.931 ton beras) dan Produktivitas: Mencapai 68,24 kwintal/ha.
Prestasi ini mengantarkan Indramayu meraih penghargaan dari Presiden RI sebagai peringkat ke-7 nasional dalam peningkatan produksi beras, sekaligus pengakuan atas kontribusi nyata terhadap swasembada pangan berkelanjutan.
Meski mencetak angka produksi tinggi, Bupati Lucky menyadari adanya tantangan besar seperti sedimentasi jaringan irigasi dan perubahan iklim yang menghambat distribusi air.
"Beberapa jaringan irigasi mengalami kerusakan yang berpotensi menghambat target produksi di masa mendatang, terutama saat musim kemarau," jelasnya.
Untuk itu, Pemkab Indramayu mengajukan sejumlah poin usulan strategis kepada kementerian, antara lain Normalisasi Infrastruktur: Waduk Cipancuh, Bendung Karet Waledan (Cantigi), Bendung Karet Cipanas (Kandanghaur), dan Bendung Karet Pangkalan (Lohbener), Percepatan Operasional: Bendungan Cipanas, DI Cikawung Premium, serta Sadawarna, Antisipasi Rob: Pembuatan kanal (Collector Drain) sepanjang 7,5 km di Kandanghaur dan Modernisasi Pertanian: Pengadaan 200 titik Irigasi Perpompaan (Irpom), 302 titik Jalan Usaha Tani (JUT), serta penyediaan alat mesin pertanian (alsintan) modern seperti drone pertanian, Combine Harvester, traktor, hingga ratusan unit pompa air.
Langkah jemput bola ini diharapkan dapat segera direspon oleh Pemerintah Pusat guna mendorong modernisasi pertanian di Indramayu, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkokoh kedaulatan pangan nasional. (*)
Editor: Abdul Jaelani