Lewat Tradisi Met Witen, Kapolsek Sliyeg Ajak Warga Desa Sleman Indramayu Perkuat Gotong Royong
INDRAMAYU - Momentum kegiatan adat "Met Witen" di Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg, tidak hanya menjadi ajang syukur menyambut panen raya, tetapi juga sarana memperkuat hubungan emosional antara aparat keamanan dan masyarakat.
Kapolsek Sliyeg, AKP Edi Mulyana, S., memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan para petani dan tokoh masyarakat, Senin (11/05/2026).
Hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) lainnya, Kapolsek menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan di tengah masyarakat pedesaan.
Dalam dialog di sela-sela prosesi adat, Kapolsek menyampaikan bahwa kedekatan antara Polri dan warga adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan. Dengan adanya komunikasi yang intens, setiap potensi gangguan kamtibmas di wilayah persawahan maupun pemukiman dapat dideteksi lebih dini.
"Tradisi Mapag Sri, khususnya Met Witen, mengajarkan kita tentang filosofi kegotongroyongan. Semangat itulah yang kami bawa untuk mengajak masyarakat terus menjaga kekompakan. Jika warga kompak, setiap potensi masalah di lapangan dapat kita selesaikan dengan cara kekeluargaan," ujar AKP Edi Mulyana mewakili Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang.
Keikutsertaan kepolisian dalam acara adat ini dipandang sebagai wujud nyata hadirnya Polri dalam kehidupan sosial masyarakat. Petugas tidak hanya hadir untuk melakukan pengamanan fisik, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada para petani agar merasa nyaman dalam beraktivitas.
"Met Witen adalah doa bersama demi kelancaran panen dan kesejahteraan warga. Kami dari Forkopimcam hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi ini dengan tenang, khidmat, dan tanpa rasa khawatir akan gangguan keamanan," tambah Kapolsek.
Acara yang dimulai sejak pagi hari ini berjalan dengan lancar dan penuh rasa kekeluargaan. Kesigapan jajaran Polsek Sliyeg dalam mengawal jalannya adat memastikan arus lalu lintas dan kerumunan warga di sekitar lokasi acara tetap tertib.
Melalui pendekatan humanis ini, tradisi "Met Witen" sukses menjadi jembatan silaturahmi yang mempererat tali persaudaraan antara pemerintah kecamatan, kepolisian, dan warga Desa Sleman, sekaligus memastikan situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Sliyeg tetap kondusif menjelang musim panen raya. (*)
Pewarta: Edi Yanto • Editor: Abdul Jaelani