Lestarikan Adat Mapag Sri, Warga Gadingan Sliyeg Gelar Doa Bersama Sambut Panen Raya Padi


INDRAMAYU – Menjaga warisan leluhur sekaligus menyambut datangnya musim panen raya, Pemerintah Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, menggelar tradisi adat "Mapag Sri", Rabu (6/5). Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Gadingan ini diisi dengan khidmat melalui prosesi tahlil dan doa bersama.

Tradisi Mapag Sri yang secara harfiah berarti menjemput Dewi Sri (simbol kemakmuran/padi) merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat agraris di Indramayu. Ritual ini menjadi ungkapan rasa syukur kolektif kepada Allah SWT atas kelimpahan hasil bumi serta harapan agar proses pemotongan padi nanti berjalan lancar tanpa kendala hama maupun cuaca.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Sliyeg, di antaranya Camat Sliyeg Opik Hidayat, Kapolsek Sliyeg AKP Edi Mulyana S., Danramil Sliyeg Lettu CKE Anton Susilo, serta Kuwu Desa Gadingan Suwarto.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kapolsek Sliyeg AKP Edi Mulyana S., mengungkapkan bahwa kehadiran aparat dalam acara adat ini merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus penguatan sinergi tiga pilar.

"Tradisi Mapag Sri adalah simbol kebersamaan. Kami hadir bukan hanya untuk pengamanan, tetapi untuk ikut serta merasakan kebahagiaan warga yang akan menyambut panen raya. Sinergitas antara Polri, TNI, Pemerintah Kecamatan, dan warga sangat terasa dalam suasana guyub ini," ujar AKP Edi Mulyana.

Suasana kehangatan nampak saat para pejabat dan petani duduk bersama beralaskan tikar tanpa sekat. Mereka larut dalam doa agar sektor pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi Desa Gadingan terus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Di sela-sela acara, Kapolsek juga menyempatkan diri berdialog dengan para tokoh tani untuk mengajak mereka tetap menjaga kerukunan antarwarga selama musim panen berlangsung.

"Harapan kita semua adalah hasil panen tahun ini melimpah ruah, kualitas gabah bagus, dan situasi desa selalu aman serta damai. Ketahanan pangan yang kuat dimulai dari kerukunan para petaninya," pungkas Kapolsek.

Melalui momentum Mapag Sri ini, Desa Gadingan kembali menegaskan komitmennya untuk tidak meninggalkan akar budaya di tengah modernisasi zaman, demi menjaga harmoni antara manusia, alam, dan sang pencipta. (*)
Pewarta: Edi Yanto • Editor: Abdul Jaelani
Baca juga
Tersalin!

Berita Terkini

  • Lestarikan Adat Mapag Sri, Warga Gadingan Sliyeg Gelar Doa Bersama Sambut Panen Raya Padi
  • Lestarikan Adat Mapag Sri, Warga Gadingan Sliyeg Gelar Doa Bersama Sambut Panen Raya Padi
  • Lestarikan Adat Mapag Sri, Warga Gadingan Sliyeg Gelar Doa Bersama Sambut Panen Raya Padi
  • Lestarikan Adat Mapag Sri, Warga Gadingan Sliyeg Gelar Doa Bersama Sambut Panen Raya Padi
  • Lestarikan Adat Mapag Sri, Warga Gadingan Sliyeg Gelar Doa Bersama Sambut Panen Raya Padi
  • Lestarikan Adat Mapag Sri, Warga Gadingan Sliyeg Gelar Doa Bersama Sambut Panen Raya Padi