Hadiri Rapat Bareng AHY, Bupati Lucky Hakim Perjuangkan Sabuk Hijau dan Giant Sea Wall di Pesisir Indramayu
INDRAMAYU – Langkah strategis diambil Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mengantisipasi ancaman tenggelamnya kawasan pesisir akibat perubahan iklim. Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri langsung Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Ballroom Gedung Mina Bahari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (4/5).
Pertemuan lintas kementerian dan lembaga tinggi negara ini menjadi wadah penting bagi Pemkab Indramayu untuk memperjuangkan percepatan perlindungan wilayahnya dari tiga ancaman akut: banjir rob yang kian masif, laju abrasi, serta fenomena penurunan muka tanah (land subsidence).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memaparkan data mengkhawatirkan terkait kondisi Pantai Utara (Pantura) Jawa saat ini. Akibat pemanasan global, terjadi kenaikan permukaan air laut sekitar 0,8 hingga 1,2 cm per tahun yang secara langsung melipatgandakan risiko kerusakan permukiman serta melumpuhkan roda ekonomi nelayan.
“Penanganan penurunan muka tanah tidak bisa dilakukan secara parsial atau setengah-setengah. Pendekatannya harus terintegrasi secara makro, dari hulu hingga ke hilir,” tegas Menko AHY dalam arahannya.
Sebagai solusi jangka panjang yang komprehensif, pemerintah pusat mendorong megaproyek pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW). Proyek pengaman pantai ini direncanakan membentang sepanjang 575 kilometer melintasi jalur Pantura, termasuk membentengi titik-titik rawan di Kabupaten Indramayu.
Menariknya, proteksi pesisir ini tidak hanya mengandalkan struktur beton keras (hard structures) seperti tanggul laut lepas pantai (offshore dike) dan tanggul pantai (coastal dike). Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, proyek ini wajib mengedepankan pendekatan berbasis alam (nature-based solutions) lewat penanaman sabuk hijau berupa konservasi mangrove skala besar (soft dike).
Merespons rencana besar tersebut, Bupati Lucky Hakim menyatakan komitmen penuh dan kesiapan daerahnya untuk menjadi mitra strategis pemerintah pusat demi mengamankan wilayah Bumi Wiralodra.
“Bagi Kabupaten Indramayu, program nasional ini sangat krusial. Kami menyambut baik dan siap berkolaborasi penuh di lapangan agar proyek ini berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir kami yang selama ini dihantui banjir rob,” ungkap Lucky Hakim.
Di sisi lain, megaproyek ini juga menyertakan skema mitigasi sosial berupa penyiapan langkah relokasi yang layak bagi warga yang terdampak langsung jalur pembangunan, serta penataan kawasan pesisir berbasis ekonomi berkelanjutan. Melalui keterlibatan aktif ini, Pemkab Indramayu optimistis ketahanan lingkungan dan tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan dapat terjaga di masa depan. (*)
Editor: Abdul Jaelani