Refleksi Semangat Kartini, Diskominfo Indramayu dan KOPRI PMII Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
INDRAMAYU – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mengangkat derajat kaum perempuan menjadi inspirasi utama bagi generasi muda di Indramayu. Semangat ini kini direfleksikan oleh "Kartini masa kini" dari kalangan Gen Z melalui penguatan peran dalam menjaga keamanan ekosistem digital.
Hal tersebut mengemuka dalam seminar bertema “Merekonstruksi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital” yang digelar di Aula Diskominfo Indramayu, Jumat (24/4).
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu dengan Korps PMII Putri (KOPRI) Indramayu.
Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, mengapresiasi peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) di era digital.
Ia menekankan pentingnya peran PMII dalam menyaring informasi dan membantu pemerintah menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks.
“Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat nyata. Kami mengajak PMII menjadi agen informasi yang baik, tidak mudah menerima informasi mentah, serta ikut menyosialisasikan program pemerintah, termasuk kemudahan layanan digital seperti pembayaran pajak,” ungkap Suwenda saat membuka acara secara resmi.
Di sisi lain, Ketua PC KOPRI PMII Indramayu, Roudhotul Maula, menyoroti tantangan nyata yang dihadapi perempuan dan anak di Indramayu saat ini. Mulai dari isu kekerasan di dunia pendidikan hingga perlindungan pekerja migran perempuan di luar negeri.
Menurutnya, kolaborasi dengan Diskominfo adalah langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi peraturan pemerintah kepada masyarakat.
“Dukungan Diskominfo memberikan kemudahan bagi PMII untuk berkolaborasi. Kami siap mendukung dan berperan aktif menyebarluaskan program pemerintah agar ruang digital kita lebih aman dan ramah bagi perempuan,” tegasnya.
Pada sesi diskusi, narasumber dari Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Indramayu, Bambang Purnomo, memaparkan bahwa media sosial adalah alat pemberdayaan yang luar biasa jika digunakan secara bijak. Selain membangun jaringan, perempuan dapat menyuarakan pendapat dan membangun citra positif melalui konten autentik.
Namun, ia juga mengingatkan risiko di balik kemudahan teknologi. Verifikasi informasi menjadi harga mati sebelum menyebarkan konten ke ruang publik.
“Perempuan tangguh bukan hanya yang mampu beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga yang mampu menggunakannya untuk membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang banyak,” pungkas Bambang.
Melalui seminar ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif di Kabupaten Indramayu untuk menciptakan ruang digital yang cerdas, bertanggung jawab, serta memberikan perlindungan maksimal bagi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak-anak. (*)
Editor: Ade Irawan