Inflasi Indramayu Turun Signifikan, Pemkab Fokus Jaga Stabilitas Harga
INDRAMAYU, Pemerintah Kabupaten Indramayu menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual di Indramayu Command Center (ICC), Senin (20/4). Dalam pertemuan tersebut, Kabupaten Indramayu mendapat apresiasi sebagai salah satu daerah di Jawa Barat dengan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) terdalam pada pekan kedua dan ketiga April 2026.
Rakor yang dipimpin oleh Sekjen Kemendagri, Tomsi Thahir, tersebut mencatat tren inflasi pasca-Lebaran saat ini cenderung melandai. Kendati demikian, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti, mengingatkan seluruh jajaran agar tetap waspada terhadap fluktuasi ekonomi yang dinamis.
Asep menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya menjaga stabilitas harga sejumlah komoditas pokok di pasar. Fokus pengawasan diarahkan pada komoditas bawang merah, minyak goreng, beras, hingga daging ayam guna memastikan keterjangkauan bagi masyarakat.
Langkah antisipasi juga dilakukan terhadap faktor eksternal, termasuk dampak konflik global yang memicu kenaikan harga bahan pengemas. Hal ini dinilai berpotensi memengaruhi harga eceran di tingkat konsumen jika tidak dimitigasi sejak dini.
"Selain inflasi, guna memperkuat ketahanan pangan dalam menghadapi musim kemarau, Pemkab Indramayu mendukung penuh program Kementerian Pertanian melalui optimalisasi sistem pompanisasi dan penggunaan benih unggul yang tahan kekeringan," ujar Asep Abdul Mukti.
Selain pembahasan inflasi, rapat koordinasi tersebut juga menyoroti percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM sebelum tenggat waktu Oktober 2026. Agenda lain yang turut dievaluasi adalah program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (Rutilahu) sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Indramayu. (*)
