Cetak Generasi Emas 2045, SMAN 1 Sindang Indramayu Resmi Ditetapkan Sebagai Sekolah "Maung"

Foto: Ist

INDRAMAYU – Gebrakan baru dalam dunia pendidikan hadir di Jawa Barat. Dua SMA Negeri dan satu SMK Negeri di bawah naungan KCD Pendidikan Wilayah IX Jawa Barat resmi ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai "Sekolah Maung" atau Manusia Unggul.

Tiga sekolah percontohan tersebut adalah SMAN 1 Sindang di Kabupaten Indramayu, SMAN 1 Majalengka dan SMKN 1 Majalengka di Kabupaten Majalengka. Penetapan ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) Jawa Barat yang unggul dan mampu berkompetisi di tingkat internasional tanpa melupakan akar budaya daerah.

Kepala KCD Pendidikan Wilayah IX Jawa Barat, Dra. Hj. Dewi Nurhulaela, M.Pd., menjelaskan bahwa program Sekolah Maung ini merupakan visi strategis untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Sekolah Maung dipersiapkan untuk menciptakan generasi penerus yang kompetitif secara global. Prosesnya sudah dirancang matang, mulai dari rekrutmen yang sangat ketat, sistem pembelajaran intensif, hingga jembatan menuju perguruan tinggi," jelas Dewi di ruang kerjanya, Jumat (30/4).

Berbeda dengan sekolah reguler, pendaftaran Sekolah Maung dilakukan lebih awal dan tidak menggunakan sistem zonasi, afirmasi, maupun kuota anak guru. Seleksi sepenuhnya didasarkan pada kualitas individu calon siswa dengan standar yang sangat tinggi, antara lain Kemampuan Akademik, skor IQ minimal 130 yang disahkan oleh lembaga psikologi terdaftar, memiliki prestasi tingkat nasional dan kedisiplinan siswa yang sangat baik.

"Sekolah Maung mengedepankan prestasi, sehingga siswa berprestasi dari wilayah manapun memiliki peluang besar untuk masuk tanpa terhambat batasan jarak atau zonasi," tambahnya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah SMAN 1 Sindang, Diana Susanti, M.Pd., menyambut antusias penetapan sekolahnya sebagai satu-satunya Sekolah Maung di Kabupaten Indramayu. Menurutnya, SMAN 1 Sindang memiliki modal historis dan fasilitas yang mumpuni untuk menjalankan amanah ini.

“Kami pernah menjadi Rintisan Sekolah Bertandar Internasional (RSBI). Standarisasi yang sudah ada sejak dulu menjadi modal utama kami. Dari segi SDM, seluruh guru kami sudah bersertifikasi, bahkan 26 orang di antaranya sudah menempuh pendidikan strata dua (S-2),” papar Diana.

Kesiapan infrastruktur, ruang belajar, serta rekam jejak prestasi siswa di tingkat nasional hingga internasional menjadi fondasi kuat bagi SMAN 1 Sindang. Diana menargetkan pendaftaran bagi calon "Manusia Unggul" ini akan segera dibuka sebelum tanggal 2 Juni mendatang.

Melalui program Sekolah Maung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap sekolah-sekolah ini menjadi laboratorium pencetak pemimpin masa depan yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter, dan bangga akan identitas budaya Jawa Barat. (*)
Pewarta: Sofwan • Editor: Abdul Jaelani
Baca juga
Tersalin!

Berita Terkini

  • Cetak Generasi Emas 2045, SMAN 1 Sindang Indramayu Resmi Ditetapkan Sebagai Sekolah "Maung"
  • Cetak Generasi Emas 2045, SMAN 1 Sindang Indramayu Resmi Ditetapkan Sebagai Sekolah "Maung"
  • Cetak Generasi Emas 2045, SMAN 1 Sindang Indramayu Resmi Ditetapkan Sebagai Sekolah "Maung"
  • Cetak Generasi Emas 2045, SMAN 1 Sindang Indramayu Resmi Ditetapkan Sebagai Sekolah "Maung"
  • Cetak Generasi Emas 2045, SMAN 1 Sindang Indramayu Resmi Ditetapkan Sebagai Sekolah "Maung"
  • Cetak Generasi Emas 2045, SMAN 1 Sindang Indramayu Resmi Ditetapkan Sebagai Sekolah "Maung"