Perkuat Solidaritas, Pekerja Kilang Balongan Salurkan Santunan untuk Anak Yatim

INDRAMAYU – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan (Kilang Balongan), melalui Fungsi Produksi I Bagian Distillate Hydrotreating Complex (DHC), menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama di GOR Bumi Patra, Indramayu. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan solidaritas antarpekerja sekaligus bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

Acara yang berlangsung khidmat ini diisi dengan tausiah agama untuk menyejukkan spiritualitas pekerja di tengah padatnya operasional kilang. Sebagai wujud syukur, Kilang Balongan menyalurkan santunan senilai Rp10.000.000,- kepada anak yatim/piatu di Pondok Pesantren Modern Al Mu’minien, Indramayu, yang bersumber dari infak dan sedekah para pekerja.

Unit DHC merupakan salah satu unit vital di Kilang Balongan yang memiliki peran strategis dalam keandalan pemenuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Unit ini berfungsi memproses bahan baku menjadi produk bernilai tinggi dengan tingkat polutan rendah.

Salah satu keunggulan utama unit DHC adalah fleksibilitas dalam berganti mode operasi atau “mode masak”. Unit ini dapat diatur untuk memaksimalkan produksi Gas Oil (Solar) maupun Avtur sesuai dinamika kebutuhan pasar nasional, sehingga mampu merespons cepat fluktuasi permintaan energi di tanah air.

Manager Produksi I Kilang Balongan, Ari Wicaksono, menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme kerja dan aspek spiritual, terutama di bulan suci Ramadan.

“Kegiatan ini adalah wadah dan momen yang tepat untuk mempererat ukhuwah agar operasional kilang tetap diberikan kelancaran, keamanan, dan keandalan demi negeri,” ujar Ari.

Senada dengan hal tersebut, Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Balongan, Cecep Supriatna, menyatakan bahwa pemberian santunan ini merupakan bentuk syukur atas kelancaran operasional unit-unit kritikal seperti DHC. Ia berharap keberadaan kilang memberikan dampak sosial nyata bagi warga Indramayu.

Dalam sesi tausiah menjelang berbuka, K.H. Muhammad Sahli Mahmud menyampaikan bahwa bekerja di sektor energi adalah bentuk ibadah nyata karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Kesabaran dan integritas dalam menjaga keandalan kilang di bulan Ramadan ini adalah jihad ekonomi yang insyaallah bernilai pahala besar,” pesan Ustad Mahmud. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama serta salat Maghrib berjamaah. (*)

Pewarta: Sofwan • Editor: Abdul Jaelani
Baca juga
Tersalin!

Berita Terkini

  • Perkuat Solidaritas, Pekerja Kilang Balongan Salurkan Santunan untuk Anak Yatim
  • Perkuat Solidaritas, Pekerja Kilang Balongan Salurkan Santunan untuk Anak Yatim
  • Perkuat Solidaritas, Pekerja Kilang Balongan Salurkan Santunan untuk Anak Yatim
  • Perkuat Solidaritas, Pekerja Kilang Balongan Salurkan Santunan untuk Anak Yatim
  • Perkuat Solidaritas, Pekerja Kilang Balongan Salurkan Santunan untuk Anak Yatim
  • Perkuat Solidaritas, Pekerja Kilang Balongan Salurkan Santunan untuk Anak Yatim