Perkuat Daya Saing Daerah, Indramayu Integrasikan Super Apps dan Data SE 2026
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan daya saing daerah di mata para pelaku usaha dan investor. Menurutnya, kepastian data dan kemudahan akses layanan adalah dua variabel utama yang dicari oleh pemilik modal.
Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menyoroti dinamika pertumbuhan ekonomi yang bergerak sangat cepat. Ia menilai, tanpa data yang mutakhir (SE 2026), pemerintah akan "buta" dalam merumuskan kebijakan sosial dan ekonomi.
“Data yang salah akan melahirkan kebijakan yang salah. Sensus Ekonomi 2026 adalah kunci untuk memotret struktur ekonomi kita secara utuh, mulai dari produktivitas hingga daya saing usaha digital. Ini navigasi kita menuju Indramayu yang lebih maju,” tegas Lucky.
Selain data, efisiensi birokrasi menjadi poin krusial. Melalui Wong Reang Apps, seluruh layanan perangkat daerah kini terintegrasi dalam satu platform. Hal ini diyakini akan memangkas rantai birokrasi yang selama ini dianggap menghambat.
Kepala Diskominfo Indramayu, Suwenda, menyebut aplikasi ini sebagai jembatan transparansi. Investor dapat memantau berbagai informasi daerah, cek pajak, hingga akses layanan publik lainnya tanpa harus berpindah platform. "Kami membangun sistem yang efisien demi mendukung 14 program prioritas pembangunan 2025–2029," tuturnya.
Kepala BPS Jawa Barat, Dr. Margaretha Ari Anggorowati, memberikan catatan penting bahwa Jawa Barat menyumbang sekitar 20 persen pelaku usaha nasional. Dengan komitmen kuat dari Pemkab Indramayu, gambaran struktur ekonomi daerah akan menjadi acuan penting dalam perumusan kebijakan nasional.
"Setelah SE 2026 selesai, kita akan memiliki peta jalan ekonomi yang jelas untuk Indramayu. Ini adalah aset berharga bagi perencanaan pembangunan jangka panjang," ujar Margaretha.
Acara yang diakhiri dengan penyerahan rompi petugas SE 2026 ini memberikan pesan kuat bahwa Indramayu siap bertransformasi menjadi daerah yang modern, terbuka, dan ramah terhadap pertumbuhan ekonomi masa depan. (*)