Kawal Mudik 2026, Pertamina Pastikan Stok BBM di Kilang Balongan Berada di Level Aman
INDRAMAYU – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit (RU) VI Balongan memastikan kesiapan penuh dalam memenuhi kebutuhan energi Bahan Bakar Minyak (BBM) menghadapi masa libur Ramadan dan mudik Idulfitri 1447H/2026. Kepastian ini disampaikan dalam rapat koordinasi Management Walkthrough (MWT) Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, di Gedung Amanah RU VI Balongan, Selasa (10/03/2026).
Dalam arahannya, Mochamad Iriawan meminta seluruh Perwira Pertamina di Kilang Balongan dan Integrated Terminal (IT) Balongan untuk melakukan penebalan stok BBM. Hal ini bertujuan agar cadangan energi selalu berada di tingkat aman atau level tertinggi selama masa puncak mobilisasi masyarakat.
Presisi Produksi dan Prioritas HSSE
Iriawan menekankan pentingnya koordinasi yang presisi antara lini produksi dan distribusi untuk mencegah terjadinya kekosongan BBM, terutama di jalur mudik dan kawasan wisata. Selain keandalan pasokan, ia menegaskan bahwa aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) harus menjadi prioritas utama.
“Koordinasikan produksi dan distribusi dengan sangat presisi agar tidak ada kekosongan di jalur mudik dan wisata. HSSE lebih dari sekadar kepatuhan, tapi budaya yang harus dijalankan dengan sepenuh hati,” tegas Iriawan.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Adityawarman, menambahkan bahwa Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026 telah efektif bertugas sejak 9 Maret 2026. Pembentukan satgas ini merupakan komitmen perusahaan untuk menjamin kenyamanan masyarakat melalui kelancaran pasokan energi.
Kesiagaan Operasional dan Keamanan
General Manager RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menegaskan kesiapan internal dengan menyiagakan personel dari level Supervisor hingga Manager untuk tetap bertugas selama masa libur. Dari sisi keamanan, Kilang Balongan memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, serta pemangku kepentingan terkait.
“Kami secara aktif menjaga koordinasi dengan unit bisnis Pertamina lainnya dan stakeholder agar produksi maupun penyaluran BBM berjalan lancar, sehingga kami tetap bisa berkontribusi maksimal bagi kebutuhan nasional,” ujar Yulianto.
Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying
Hingga saat ini, stok BBM Pertamina secara nasional dilaporkan relatif aman. Pasokan tersebut dipenuhi melalui dua jalur utama, yakni produksi kilang domestik dan impor produk siap pakai. Sumber minyak mentah pun terdiversifikasi, tidak hanya dari Timur Tengah, tetapi juga dari dalam negeri, Afrika, serta jalur alternatif lainnya.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan produksi dan pengadaan terus berjalan untuk menjaga ambang batas aman. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying menjelang hari raya Idulfitri. (*)