Investasi Indramayu 2025 Tembus Rp3,3 Triliun, Melonjak 121 Persen


INDRAMAYU, Kabupaten Indramayu mencatatkan rekor pertumbuhan investasi yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025. Realisasi investasi di "Kota Mangga" tercatat menembus angka Rp3,3 triliun, melonjak tajam sebesar 121 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar Rp1,5 triliun.

​Capaian fantastis ini bahkan melampaui 200 persen dari target awal yang ditetapkan pemerintah daerah. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Indramayu, Raden Mas Wahyu Adhi Wijaya, dalam dialog daring bersama TVRI Jawa Barat, Senin (9/3/2026).

​Daya Tarik Upah Kompetitif dan Jalur Strategis
​Wahyu menjelaskan bahwa sektor industri pengolahan menjadi magnet utama bagi para investor, diikuti oleh real estat, jasa kesehatan, dan perdagangan. Salah satu faktor kunci yang menarik minat pemodal adalah efisiensi biaya operasional, khususnya dari sisi Upah Minimum Kabupaten (UMK).

​“Kalau di kabupaten lain seperti Karawang upahnya mungkin sudah di atas Rp5 juta. Di Indramayu, tahun 2026 ini UMK ditetapkan sebesar Rp2,9 juta. Untuk industri padat karya, ini sangat memungkinkan biaya upah bersaing,” jelas Wahyu.

​Selain upah, posisi geografis Indramayu yang terjepit di antara infrastruktur raksasa menjadi nilai tambah. Akses ke Pelabuhan Patimban hanya memakan waktu 30-60 menit, ditambah konektivitas Tol Cipali, Bandara Kertajati, dan jalur Pantura yang mempercepat distribusi barang.

​Pemerintah Kabupaten Indramayu memastikan ledakan investasi ini tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Pemkab telah menetapkan regulasi ketat untuk memproteksi warga lokal di enam Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 14.000 hektare yang tersebar di Losarang, Krangkeng, hingga Gantar.

​“Pemerintah Kabupaten Indramayu sudah menetapkan regulasi terkait prioritas orang Indramayu. Sebanyak 80 persen tenaga kerja sudah kita proteksi dalam Peraturan Kepala Daerah,” tegas Wahyu.

​Dengan kemudahan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) serta pemberian insentif investasi, Indramayu optimistis tren positif Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Dalam Negeri (PMDN) akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. (*)
Editor: Ade Irawan
Baca juga
Tersalin!

Berita Terkini

  • Investasi Indramayu 2025 Tembus Rp3,3 Triliun, Melonjak 121 Persen
  • Investasi Indramayu 2025 Tembus Rp3,3 Triliun, Melonjak 121 Persen
  • Investasi Indramayu 2025 Tembus Rp3,3 Triliun, Melonjak 121 Persen
  • Investasi Indramayu 2025 Tembus Rp3,3 Triliun, Melonjak 121 Persen
  • Investasi Indramayu 2025 Tembus Rp3,3 Triliun, Melonjak 121 Persen
  • Investasi Indramayu 2025 Tembus Rp3,3 Triliun, Melonjak 121 Persen