Gerak Cepat, DPUPR Indramayu Lakukan Penanganan Darurat Jalan Gadingan Sambil Menunggu Lelang
INDRAMAYU, Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengambil langkah taktis untuk menangani kerusakan jalan di Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg. Sebagai solusi jangka pendek, petugas mulai melakukan penanganan darurat pada Selasa (31/3/2026).
Langkah ini diambil segera setelah lokasi tersebut ditinjau langsung oleh tim teknis pada Senin (30/3/2026), menyusul aksi protes warga yang sempat viral di media sosial.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin membiarkan kondisi jalan yang membahayakan warga terlalu lama. Sambil menunggu proses administrasi lelang selesai, penanganan sementara dilakukan dengan menutup lubang-lubang jalan yang dalam.
"Mulai Selasa, petugas kami akan menutup lubang-lubang jalan menggunakan material batu dan kerikil. Kami lakukan penanganan sementara dulu agar kondisi jalan lebih aman dilalui dan masyarakat bisa lebih nyaman saat melintas," ujar Malik saat melakukan peninjauan lokasi.
Meskipun saat ini dilakukan penanganan darurat, Maulana Malik menegaskan bahwa jalan poros kabupaten tersebut akan diperbaiki secara permanen menggunakan konstruksi beton. Pemkab Indramayu telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3,4 miliar untuk pengerjaan jalan sepanjang 1,4 kilometer tersebut.
Rencananya, jalan akan dibangun dengan lebar 5 meter dan ketebalan beton mencapai 20 sentimeter. Spesifikasi ini dipilih agar infrastruktur jalan lebih kuat dan tahan lama dalam mendukung mobilitas ekonomi warga desa.
Proses lelang proyek dijadwalkan akan dimulai pada awal April 2026. Jika berjalan sesuai rencana, pengerjaan fisik di lapangan akan segera menyusul dan ditargetkan rampung dalam kurun waktu 90 hari kalender.
Maulana Malik mengakui adanya kendala keterbatasan anggaran yang membuat perbaikan jalan di Indramayu harus dilakukan secara bertahap melalui skala prioritas. Namun, untuk kasus di Desa Gadingan, pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan percepatan.
Langkah sigap pemerintah daerah ini pun langsung mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga yang sebelumnya melakukan aksi simbolis menanam pohon pisang, kini mulai membersihkan jalan secara gotong royong sebagai bentuk dukungan atas kepastian perbaikan tersebut.
"Alhamdulillah sekarang sudah ada kepastian dan tindakan nyata di lapangan dengan penutupan lubang. Kami bersyukur aspirasi kami didengar dan berharap pengerjaan betonnya nanti lancar sesuai jadwal," ungkap Halim, salah seorang warga Desa Gadingan. (*)
Pewarta: Edi Yanto • Editor: Abdul Jaelani