Serap Aspirasi di Krangkeng, Amroni DPRD Indramayu Soroti Jalan Rusak dan Prioritas Tenaga Kerja Lokal
INDRAMAYU, (nusantaraindonesia.id),- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PKB, Amroni, S.IP, turun langsung menemui konstituennya dalam agenda serap aspirasi (reses) di Blok BTN Bumi Karang Indah, Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Jumat (6/2/2026).
Jalan Lingkungan Rusak Padahal Warga Taat Pajak
Taufik, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya karena merasa hak masyarakat tidak terpenuhi meskipun mereka taat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak kendaraan.
"Kami ini taat bayar PBB dan pajak kendaraan tidak pernah nunggak, tapi jalan di lingkungan kami rusak bertahun-tahun tanpa kejelasan perbaikan. Warga tidak mau tahu ini urusan siapa, yang penting hak kami sebagai masyarakat harus terpenuhi," tegas Taufik.
Selain masalah jalan, Taufik juga menyoroti minimnya tanggung jawab pengembang (developer) dalam menyediakan Fasilitas Umum (Fasum). Ia mencontohkan pembangunan sarana ibadah yang justru dilakukan secara swadaya oleh warga, padahal seharusnya menjadi kewajiban pengembang. Ia meminta Pemkab Indramayu menindak tegas pengembang nakal dan mengambil alih perbaikan jalan tersebut.
Polemik Tenaga Kerja Lokal di PT Sun Bright Lestari (SBL)
"Banyak anak muda kita lulusan SMA hingga S1 hanya jadi penonton. Alasan perusahaan karena pengalaman, padahal orang luar pun awalnya nol pengalaman. Kami merasa tersisih di daerah sendiri," ujarnya.
Warga mendorong agar Pemerintah Daerah dan perusahaan serius menghadirkan pelatihan kerja berbasis Corporate Social Responsibility (CSR) agar pemuda lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan standar industri.
Tanggapan Amroni: Akan Kawal Aspirasi Warga Kalianyar
"Apa yang disampaikan masyarakat hari ini akan kami kawal. Terkait tenaga kerja lokal, kami akan mendorong agar perusahaan lebih berpihak kepada warga sekitar dan menghadirkan pelatihan kerja yang konkret," tegas Amroni.
Politisi PKB ini juga menambahkan bahwa keberadaan industri di wilayah Krangkeng seharusnya menjadi berkah dan meningkatkan kesejahteraan warga lokal, bukan justru menimbulkan kecemburuan sosial.
Terkait infrastruktur jalan dan Fasum, Amroni berkomitmen untuk mengoordinasikan hal tersebut dengan dinas terkait agar ada solusi nyata bagi warga BTN Bumi Karang Indah. (*)