Nastar Mangga Gedong Gincu Asal Indramayu Sabet Juara Nasional Bogasari
INDRAMAYU, (nusantaraindonesia.id),- Potensi lokal Indramayu kembali berbicara di level nasional. Cartini, pemilik brand kuliner "Mimide", sukses mengamankan posisi Juara 1 dalam ajang bergengsi Bogasari Young Flour Food Preneur. Kemenangan ini diraih berkat inovasi uniknya mengolah ikon daerah menjadi kudapan premium.
Jika biasanya nastar identik dengan isian selai nanas, Cartini mendobrak tradisi tersebut. Ia memanfaatkan Mangga Gedong Gincu—buah kebanggaan masyarakat Indramayu—sebagai bahan baku utama selai. Hasilnya adalah perpaduan rasa manis dan segar autentik yang belum banyak ditemui di pasar kuliner tanah air.
Transformasi dari Rumahan ke Pasar Modern
Keberhasilan ini bukan datang secara instan. Cartini memulai perjalanannya sebagai UMKM rumahan dengan standar kemasan plastik sederhana. Sebagai alumni Rumah Edukasi Kenanga, ia dikenal proaktif mengikuti berbagai pelatihan untuk memperbaiki kualitas resep hingga estetika pengemasan (packaging).
"Kerja keras memperbaiki resep dan mempercantik kemasan kini membuahkan hasil. Produk Mimide kini tampil dengan wajah premium yang layak bersaing di pasar modern," ungkap keterangan dalam catatan prestasinya.
Dominasi Prestasi Lokal hingga Nasional
Sebelum memenangkan kompetisi Bogasari di tingkat nasional, Cartini telah lebih dulu membuktikan kualitas produknya di daerah. Ia tercatat pernah menyabet Juara 1 dalam ajang Gincu Ayu yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu.
Rentetan prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa komoditas lokal seperti Mangga Gedong Gincu memiliki nilai ekonomi tinggi jika disentuh dengan kreativitas dan teknik pengolahan yang tepat.
Kemenangan Cartini diharapkan menjadi pemantik bagi pelaku UMKM lain di Indramayu. Prestasi ini menegaskan pesan kuat: dengan inovasi dan kemauan untuk terus belajar, produk dari desa mampu menembus rak-rak pasar modern dan bersaing secara nasional. (*)

Posting Komentar