Masuk Pesantren, Unit Lantas Polsek Terisi Edukasi Santri Jadi Pelopor Keselamatan Jalan Raya
INDRAMAYU – Menanamkan budaya disiplin sejak dini menjadi salah satu strategi jajaran Polsek Terisi dalam menekan angka fatalitas di jalan raya. Unit Lantas Polsek Terisi Polres Indramayu Polda Jabar melaksanakan kegiatan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Lalu Lintas yang menyasar para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum, Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Jumat (13/02/2026).
Kegiatan yang dipimpin oleh Iptu M. Mubin ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan gelaran Operasi Keselamatan Lodaya 2026 di wilayah hukum Polres Indramayu.
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kapolsek Terisi AKP H. Ian Hernawan, menjelaskan bahwa edukasi di lingkungan pendidikan agama sangat penting untuk membangun karakter generasi muda yang sadar akan keselamatan.
"Kami memberikan sosialisasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Ini adalah bagian dari misi Operasi Keselamatan Lodaya 2026 guna membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keselamatan bersama di jalan raya," ujar AKP H. Ian Hernawan.
Fokus Aturan Dasar Keselamatan
Dalam pemaparannya di hadapan para santri, petugas menekankan beberapa aturan dasar yang seringkali diabaikan namun sangat krusial bagi keselamatan jiwa, di antaranya:
- Penggunaan Helm Standar: Kewajiban menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara maupun penumpang motor.
- Kepatuhan Rambu Lintas: Pentingnya memahami dan mematuhi rambu serta marka jalan.
- Larangan Knalpot Brong: Teguran keras terhadap penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis karena memicu polusi suara dan mengganggu ketertiban umum.
Santri Sebagai Pelopor Keselamatan
AKP H. Ian Hernawan menambahkan bahwa target utama dari Dikmas Lantas ini adalah menekan angka pelanggaran di wilayah Terisi. Dengan menurunnya angka pelanggaran, secara otomatis risiko kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dapat diminimalisir secara signifikan.
"Kami ingin para santri di Ponpes Miftahul Ulum menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan pemahaman yang baik, mereka diharapkan tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya," pungkasnya.
Melalui pendekatan yang edukatif dan humanis ini, Polri berharap para santri dapat memadukan nilai-nilai disiplin agama dengan disiplin berlalu lintas, demi terciptanya situasi jalan raya yang aman, tertib, dan lancar. (*)