Jelang Ramadan 1447 H, Pemkab Indramayu Siapkan 13 Kali Gerakan Pangan Murah dan Pastikan Stok Aman
INDRAMAYU — Pemerintah Kabupaten Indramayu bergerak cepat melakukan langkah intervensi guna menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di ruang rapat Sekretaris Daerah, Jumat (06/02/2026), pemerintah telah menetapkan strategi komprehensif untuk menekan laju inflasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Aep Surahman, menegaskan bahwa strategi yang disiapkan meliputi Sidak Pasar, Gerakan Pangan Murah (GPM), Operasi Pasar Bersubsidi, hingga penguatan rantai distribusi lokal. Intervensi ini difokuskan pada komoditas penyumbang inflasi utama seperti cabai merah, daging ayam ras, beras, telur, minyak goreng, dan gula.
“Kita harus memastikan bahwa stabilitas harga sebanding dengan potensi kawasan kita. Tidak ada alasan untuk terlambat karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat menjelang hari raya,” tegas Aep Surahman.
Stok Pangan Dijamin Aman
Kepala Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying). Ia memastikan cadangan pangan pemerintah, khususnya beras SPHP dan minyak goreng, dalam kondisi sangat memadai untuk mencukupi kebutuhan hingga Idul Fitri nanti.
Guna mendukung kelancaran program di lapangan, Bulog akan bekerja sama dengan personel Kodim dan Polres Indramayu dalam mengawal distribusi beras SPHP. Langkah ini diambil untuk mencegah adanya praktik spekulasi harga di tingkat pedagang.
Aksi Nyata di Lapangan
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah menjadwalkan total 13 kali Gerakan Pangan Murah (GPM), yang terdiri dari 10 kegiatan mandiri kabupaten dan 3 kegiatan dukungan provinsi. Program ini direncanakan akan mulai dilaksanakan serentak pada 12 Februari 2026 di berbagai titik krusial.
Beberapa poin strategis lainnya yang dihasilkan dalam Rakor tersebut antara lain:
- Prioritas Panen Lokal: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) diinstruksikan memprioritaskan hasil panen cabai lokal untuk pasar tradisional di Indramayu sebelum didistribusikan ke luar daerah.
- Pantauan Pasar: Pengawasan intensif terus dilakukan di empat pasar utama (Jatibarang, Karangampel, Indramayu, dan Patrol), dengan perhatian khusus pada fluktuasi harga cabai di wilayah Patrol.
- Ketahanan Mandiri: Pelibatan BP Taskin dalam pemberian bantuan bibit, pupuk, dan ternak entog kepada warga agar tercipta ketahanan pangan mandiri di tingkat rumah tangga.
Melalui sinergi antarlembaga dan intervensi yang terukur, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis tekanan inflasi dapat diredam, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan suci dengan nyaman tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. (*)