Cegah Kebakaran Domestik, Kilang Balongan Latih Ratusan Ibu Rumah Tangga Gunakan APAR
INDRAMAYU – Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, Kilang Pertamina Balongan melalui bagian Emergency and Insurance – HSSE menggelar sosialisasi dan pelatihan penanggulangan kebakaran bagi warga sekitar. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Perumahan Pertamina Bumi Patra Indramayu, Rabu (18/2/2026).
Uniknya, peserta pelatihan kali ini menyasar 100 orang ibu rumah tangga (IRT). Mereka terdiri dari 60 warga asal empat desa penyangga (Desa Sukaurip, Sukareja, Majakerta, dan Balongan) serta para istri pekerja yang berdomisili di Komplek Pertamina Bumi Patra.
Edukasi "Segitiga Api" dan Praktik Lapangan
Para peserta dibekali pemahaman dasar mengenai "Segitiga Api" yang terdiri dari tiga unsur pemicu kebakaran: bahan bakar (fuel), panas (heat), dan Oksigen ($O_2$). Selain teori, para ibu juga diajarkan teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara efektif dan aman.
Guna menguji kesiapsiagaan, acara dilanjutkan dengan lomba pemadaman api di luar ruangan menggunakan Fire Blanket (karung basah) dan APAR. Dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, para peserta menunjukkan ketangkasan mereka dalam menjinakkan api.
Berikut adalah daftar pemenang lomba ketangkasan pemadaman kebakaran:
Juara 1: Tim RT 18 Bumi Patra (Waktu: 00.16.45)
Juara 2: Tim Desa Balongan (Waktu: 00.16.76)
Juara 3: Tim Desa Sukareja (Waktu: 00.18.23)
Pentingnya Kemandirian Menangani Kebakaran Kecil
Section Head Emergency and Insurance Kilang Balongan, Nyono Safarun, menegaskan bahwa keterampilan ini krusial untuk menjaga keselamatan keluarga jika terjadi insiden di dapur atau lingkungan rumah. Hal senada diungkapkan Manager HSSE, Moch. Arifin, yang menyebut IRT harus mampu menangani kebakaran kecil secara mandiri sebelum api membesar.
Area Manager Communication, Relation & CSR, Cecep Supriyatna, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud keharmonisan antara perusahaan dan masyarakat.
“Keterampilan ini jangan hanya untuk diri sendiri. Kami berharap para ibu bisa berbagi pengetahuan ini kepada warga lainnya agar kesadaran akan bahaya kebakaran semakin meluas,” tutup Cecep. (*)
