Tragedi Hadang Truk di Srengseng: Sopir Elf Meninggal Dunia Akibat Tabrakan Beruntun Tiga Kendaraan
INDRAMAYU – Aksi nekat sekelompok anak muda yang menghadang kendaraan demi menumpang kembali memicu tragedi di jalan raya. Sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan besar terjadi di Jalan Umum Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Senin (19/1) sore, mengakibatkan satu orang pengemudi meninggal dunia.
Insiden yang terjadi sekira pukul 14.20 WIB ini melibatkan satu unit Isuzu Elf Long dan dua unit Truck Tractor Head Hino. Kecelakaan bermula saat truk Hino bernopol E 8445 RA yang dikemudikan Agus (37) melaju dari arah Indramayu menuju Cirebon.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kapolsek Krangkeng, AKP Nandang Supriatna, menjelaskan bahwa pemicu utama kecelakaan adalah pengereman mendadak yang dilakukan truk paling depan karena adanya gangguan di jalur tersebut.
“Kendaraan pertama mengerem mendadak karena terdapat sekelompok anak punk yang tiba-tiba menghadang di depan minimarket dengan maksud menumpang. Akibatnya, truk tersebut ditabrak dari belakang oleh truk Hino lain bernopol E 8430 RA,” ujar AKP Nandang, Selasa (20/1).
Efek domino berlanjut ketika kendaraan Isuzu Elf Long bernopol E 7745 AA yang dikemudikan Agus Dwi Kuncoro (48) menghantam bagian belakang truk kedua. Nahas, truk pertama yang melakukan pengereman mendadak justru memilih meninggalkan lokasi kejadian dan melarikan diri ke arah Cirebon.
Akibat benturan keras tersebut, pengemudi Isuzu Elf, Agus Dwi Kuncoro, warga Kecamatan Indramayu, dinyatakan meninggal dunia. Sementara satu penumpang lainnya, Aan Suratman (56), mengalami luka ringan. Total kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan diperkirakan mencapai Rp 15 juta.
Personel Polsek Krangkeng yang tiba di lokasi segera melakukan langkah-langkah darurat dibantu oleh warga sekitar. Selain mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan panjang di jalur arteri tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi warga Desa Srengseng yang sigap membantu evakuasi dan segera melaporkan kejadian ini. Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dan mengejar pihak-pihak terkait,” tambahnya.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para pengguna jalan dan kelompok masyarakat akan bahayanya melakukan penghadangan kendaraan di jalur cepat, yang tidak hanya membahayakan diri sendiri tetapi juga merenggut nyawa orang lain. (*)
Editor: Ade Irawan