Terhimpit Masalah Ekonomi dan Kesehatan, Seorang Pria di Telukagung Ditemukan Meninggal Dunia
INDRAMAYU – Jajaran Polsek Indramayu Polres Indramayu Polda Jabar bergerak cepat melakukan tindakan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan tragis penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Desa Telukagung Blok Bojong 2, Kecamatan Indramayu, Minggu (04/01/2026).
Korban diketahui bernama Edi Suhaedi (49). Peristiwa memilukan tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB dan pertama kali diketahui oleh anak tiri korban yang berada di dalam rumah.
Kronologi Kejadian
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, menjelaskan bahwa saksi pertama, Khusnul Khotimah, mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di ruang tengah saat dirinya keluar dari kamar.
Saksi segera meminta pertolongan kepada warga sekitar. Tetangga korban, yakni Dul Rohman, Tarma, dan Rusdani, langsung berupaya melepaskan ikatan tali di leher korban dengan harapan nyawanya masih bisa tertolong. Korban sempat dilarikan ke RS MM Indramayu, namun setibanya di sana, dr. Bahrun menyatakan korban telah meninggal dunia.
Hasil Olah TKP dan Pemeriksaan Medis
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari, S.H., memimpin langsung personelnya menuju lokasi untuk melakukan olah TKP bersama Unit Inafis Polres Indramayu.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa:
- Tali tambang nilon putih sepanjang 3,1 meter.
- Sebuah drum plastik putih yang diduga digunakan sebagai pijakan.
- Bekas jeratan pada leher korban.
Pemeriksaan medis lanjutan oleh dr. Heppy Novlina (Kepala UPTD Puskesmas Plumbon) bersama Tim Inafis menegaskan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun tajam pada tubuh korban. Kematian dipastikan murni akibat jeratan pada leher.
Diduga Tekanan Psikologis
Berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga, korban diduga kuat mengalami tekanan psikologis yang berat. Diketahui korban sudah beberapa bulan tidak bekerja akibat kondisi fisik yang menurun pasca kecelakaan, ditambah beban persoalan keluarga serta himpitan ekonomi.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dengan ikhlas dan secara resmi menolak untuk dilakukan autopsi.
Layanan Bantuan dan Pengaduan
AKP Tarno mengingatkan masyarakat untuk selalu peka terhadap kondisi mental kerabat atau tetangga di lingkungan sekitar. Sinergi antara warga dan kepolisian diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Polres Indramayu juga mengimbau warga untuk memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di nomor WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui call center 110 untuk melaporkan segala bentuk gangguan keamanan maupun kejadian darurat lainnya.
Pesan Kemanusiaan:
Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan mental atau memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional ke Puskesmas, Rumah Sakit, atau layanan konseling kesehatan mental terdekat. Membicarakan beban hidup adalah langkah awal menuju pemulihan. (*)