Polres Indramayu Lakukan Assessment Jalur dan Penentuan Pos Operasi Ketupat 2026
Kegiatan survei dipimpin oleh Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., yang diwakili oleh Kabag Ops Polres Indramayu, KOMPOL Eko Susilo, S.H., M.H., bersama jajaran perwira dari Sat Lantas, Sat Samapta, hingga fungsi Provos dan Paminal.
Identifikasi Titik Strategis dan Kerawanan
Kapolres Indramayu melalui Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menjelaskan bahwa perencanaan awal ini sangat penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Fokus utama survei adalah mengidentifikasi titik rawan kecelakaan (black spot), titik rawan kemacetan (trouble spot), serta jalur yang berpotensi terdampak bencana alam seperti banjir.
"Langkah awal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, jalur, serta skema pengamanan sejak dini, sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik dan balik dapat terjaga," ujar AKP Tarno.
Sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi pos pengamanan dan pelayanan meliputi:
Pos Simpang Tiga Karangampel dan Pos SPBU Krangkeng.
Pos PJR Jatibarang dan Pos Pasar Tulungagung Sukagumiwang.
Pos Widasari dan Pos Lingkar Lohbener.
Pos Jembatan Timbang Losarang dan Pos Kandanghaur.
Pos Pasar Patrol hingga Pos Sukra.
Pemeriksaan Infrastruktur Pendukung
Selain penentuan lokasi pos, tim juga melakukan pengecekan mendalam terhadap kondisi fisik jalan, kelengkapan rambu lalu lintas, Penerangan Jalan Umum (PJU), serta kesiapan jalur alternatif. Tim juga memberikan perhatian khusus pada potensi hambatan di jalur arteri Pantura, seperti pasar tumpah, perlintasan kereta api, dan kesiapan kantong parkir.
AKP Tarno menambahkan bahwa dalam proses assessment ini, Polres Indramayu bersinergi dengan unsur terkait untuk memastikan perencanaan yang komprehensif dan terintegrasi.
"Langkah cepat ini bertujuan untuk mewujudkan Mudik Aman, Nyaman, dan Berkesan bagi masyarakat, dengan meminimalkan risiko kecelakaan serta kemacetan panjang saat arus mudik dan balik nanti," pungkasnya. (*)