Persiapan Ramadhan, Polsek Indramayu Siapkan Strategi Penindakan Miras hingga Program Tarawih Keliling
INDRAMAYU – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, jajaran Polsek Indramayu mulai memetakan strategi pengamanan wilayah guna menjamin kekhusyukan ibadah masyarakat. Hal ini terungkap dalam rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) mingguan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Indramayu, AKP Indrie Hapsari, S.H., usai apel pagi di Mako Polsek, Selasa (20/1).
Dalam arahannya, AKP Indrie menekankan bahwa pola patroli harus bergerak dinamis mengikuti jam-jam rawan kriminalitas. Langkah preventif dan preemtif menjadi harga mati dalam menekan angka tindak pidana di wilayah hukum Kecamatan Indramayu.
“Patroli tidak boleh sekadar formalitas, harus disesuaikan dengan titik kerawanan wilayah. Kami menuntut respon cepat dari anggota jika terjadi gangguan kamtibmas agar pelaku dapat segera terungkap,” tegas AKP Indrie Hapsari.
Menyongsong bulan Ramadhan, Kapolsek memberikan perhatian khusus pada beberapa potensi gangguan sosial yang kerap muncul, seperti perang sarung, tawuran remaja, dan peredaran minuman keras. Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) akan ditingkatkan intensitasnya sebagai langkah pembersihan dini.
Uniknya, Polri juga berencana mengaktifkan kembali program Traling (Tarawih Keliling). Program ini dirancang sebagai sarana kehadiran fisik personel di tengah jemaah sekaligus media penyuluhan langsung kepada masyarakat.
Selain fokus pada keamanan, Polsek Indramayu juga menunjukkan komitmennya pada program strategis nasional. AKP Indrie menginstruksikan jajarannya untuk mempersiapkan lahan seluas satu hektar guna penanaman jagung serentak pada 27 Januari mendatang sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasi Humas AKP Tarno, menjelaskan bahwa Anev rutin ini adalah instrumen penting untuk menyelaraskan kebijakan pimpinan dengan pelaksanaan di lapangan.
“Melalui Anev, strategi pengamanan menjelang agenda besar seperti Ramadhan dan peringatan hari besar keagamaan termasuk Isra Mi'raj pada 22 Januari nanti dapat terencana secara optimal. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dengan kehadiran polisi yang responsif,” pungkas AKP Tarno. (*)
Editor: Ucup Supriyatno