Membangun Budaya Siaga: Strategi Sat Binmas Polres Indramayu Mitigasi Risiko Cuaca Ekstrem


INDRAMAYU – Menghadapi anomali cuaca dan intensitas hujan yang kian meningkat, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Indramayu melakukan pergeseran paradigma dari sekadar pengamanan wilayah menuju penguatan budaya siaga bencana di tingkat tapak.

​Fokus aksi kali ini menyasar para petani dan warga di kawasan pintu air Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Senin (12/1). Sat Binmas tidak hanya memberikan imbauan rutin, namun melakukan edukasi mendalam mengenai mitigasi risiko mandiri yang sering terabaikan saat cuaca ekstrem melanda.

​Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Indramayu, Aiptu Asikin, menekankan bahwa keselamatan jiwa seringkali bergantung pada langkah-langkah sederhana di lingkungan rumah. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah kesadaran akan bahaya listrik saat terjadi hujan lebat.

​“Listrik bisa menjadi ancaman senyap saat banjir atau hujan ekstrem. Kami mengedukasi warga untuk tidak ragu mematikan aliran listrik demi mencegah korsleting yang bisa berujung pada kebakaran atau sengatan listrik fatal,” tegas Aiptu Asikin.

​Selain itu, polri menyoroti perilaku keselamatan di sektor pertanian. Para petani diimbau untuk memiliki manajemen risiko pribadi dengan tidak memaksakan aktivitas di sawah saat cuaca buruk, mengingat area terbuka sangat rentan terhadap sambaran petir dan terpaan angin kencang.

​Upaya preventif ini juga menyentuh aspek lingkungan fisik, di mana warga diajak secara kolektif menjaga kebersihan saluran air dan melakukan pemangkasan pohon yang berisiko tumbang. Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan pasca-kejadian.

​Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kaur Binops Sat Binmas, IPTU Tasim, menyatakan bahwa kehadiran Polri di pintu-pintu air dan area persawahan adalah bentuk perlindungan total terhadap aset dan nyawa masyarakat.

​“Kami ingin masyarakat Desa Terusan dan sekitarnya memiliki tingkat resiliensi (ketangguhan) yang tinggi. Melalui edukasi langsung ini, warga tidak lagi menjadi objek bencana, melainkan subjek yang aktif melakukan mitigasi dini,” jelas IPTU Tasim.

​Dengan pendekatan ini, Polres Indramayu menegaskan komitmennya bahwa fungsi Kepolisian saat ini juga mencakup peran vital dalam mitigasi bencana guna meminimalkan kerugian materiil maupun korban jiwa di wilayah hukum Indramayu. (*)

Editor: Ade Irawan
Baca juga
Tersalin!

Berita Terkini

  • Membangun Budaya Siaga: Strategi Sat Binmas Polres Indramayu Mitigasi Risiko Cuaca Ekstrem
  • Membangun Budaya Siaga: Strategi Sat Binmas Polres Indramayu Mitigasi Risiko Cuaca Ekstrem
  • Membangun Budaya Siaga: Strategi Sat Binmas Polres Indramayu Mitigasi Risiko Cuaca Ekstrem
  • Membangun Budaya Siaga: Strategi Sat Binmas Polres Indramayu Mitigasi Risiko Cuaca Ekstrem
  • Membangun Budaya Siaga: Strategi Sat Binmas Polres Indramayu Mitigasi Risiko Cuaca Ekstrem
  • Membangun Budaya Siaga: Strategi Sat Binmas Polres Indramayu Mitigasi Risiko Cuaca Ekstrem