Kejar Target PROPER 2026, Kilang Balongan Perketat Kepatuhan Pengelolaan Limbah B3
INDRAMAYU – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit VI Balongan memperkuat komitmen operasional berwawasan lingkungan melalui penyelenggaraan “Workshop dan Awareness Pemenuhan Kepatuhan Pengelolaan Bahan Berbahaya Beracun (B3) Aspek PROPER 2026”. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Indramayu, Kamis (22/01/2026), ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam menyongsong penilaian kriteria lingkungan yang semakin ketat.
Workshop ini fokus pada implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2025 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).
Pjs. Manager HSSE Kilang Balongan, Muhammad Nur Hidayat, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan B3 adalah syarat mutlak, baik untuk mempertahankan predikat PROPER Biru maupun mengejar peringkat yang lebih tinggi.
“Kami menyadari pentingnya penyegaran dan peningkatan awareness agar standar kepatuhan kita tetap berada di level tertinggi, sesuai dengan kriteria PROPER yang semakin ketat,” ujar Nur Hidayat.
Senada dengan hal tersebut, Manager Environment PT KPI, Arjon Siagian, menekankan bahwa pengelolaan B3 merupakan tanggung jawab kolektif lintas fungsi, mulai dari pengadaan (Procurement), penyimpanan (Warehouse), hingga penggunaan di unit Operasi, Laboratorium, dan Engineering. Ia mengingatkan bahwa kepatuhan ini adalah kewajiban moral perusahaan terhadap keberlanjutan ekosistem.
Hadir sebagai narasumber utama, Direktur Pengelolaan B3 Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Firdaus Alim Damopolii, S.T., M.M. Dalam paparannya, Firdaus menekankan bahwa integrasi kepatuhan harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar pemenuhan syarat administratif.
Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR RU VI, Rizky Anggia Putri, menyatakan bahwa komitmen ini sejalan dengan target perusahaan untuk menyeimbangkan target produksi dengan keamanan lingkungan.
“Kami ingin memastikan setiap produk yang dihasilkan melalui proses yang aman dan tidak mencemari lingkungan, guna menjaga kepercayaan masyarakat dan pemerintah atas praktik bisnis berkelanjutan kami,” pungkas Rizky. (*)
