Debit Cimanuk Terpantau Naik, Sat Binmas Polres Indramayu Larang Anak-anak Bermain di Bantaran Sungai
INDRAMAYU – Mengantisipasi potensi bencana banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Barat, jajaran Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Indramayu memberikan imbauan khusus kepada masyarakat yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk, Sabtu (24/1).
Langkah preventif ini dilakukan guna meminimalkan risiko kecelakaan air dan dampak banjir mengingat debit sungai terbesar di Indramayu tersebut rawan meningkat tiba-tiba saat intensitas hujan tinggi.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui KBO Sat Binmas IPTU Tasim, S.IP., menekankan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Ia memberikan peringatan keras kepada para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas buah hati mereka.
“Kami mengimbau dengan sangat agar orang tua melarang anak-anak bermain di bantaran maupun di pinggir sungai. Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang, aliran air bisa berubah sangat deras dalam waktu singkat, dan itu sangat berbahaya,” tegas IPTU Tasim.
Selain aspek keselamatan nyawa, IPTU Tasim juga menyoroti perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah. Ia mengajak warga untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai, karena hal tersebut menjadi pemicu utama penyumbatan drainase dan pendangkalan sungai yang memperparah risiko banjir.
“Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan sungai. Sampah yang menyumbat aliran air bukan hanya memicu banjir, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan lingkungan tempat tinggal warga sendiri,” tambahnya.
Kegiatan imbauan ini dilakukan secara persuasif dan dialogis dengan menyisir titik-titik pemukiman warga yang berbatasan langsung dengan sungai. Sat Binmas Polres Indramayu berkomitmen untuk terus memantau situasi di lapangan serta berkoordinasi dengan petugas penjaga pintu air guna memastikan informasi mengenai kenaikan debit air dapat tersampaikan dengan cepat kepada masyarakat.
“Mari kita bersama-sama waspada dan menjaga lingkungan. Segera lapor kepada petugas atau Bhabinkamtibmas jika melihat adanya tanda-tanda luapan air yang mengancam pemukiman,” pungkas IPTU Tasim. (*)
Editor: Ucup Supriyatno