Cegah Banjir di Kalimaja, Petugas Gabungan dan Mahasiswa KKN Unpad Bersihkan Eceng Gondok di Cidempet
INDRAMAYU – Menghadapi puncak musim penghujan, semangat gotong royong kembali membara di Kecamatan Arahan. Sejak pagi buta, puluhan warga bersama petugas gabungan terjun langsung ke saluran air di Blok Lampah atau Pilang Payung Cidempet, Desa Cidempet, Rabu (21/1).
Aksi yang dimulai pukul 07.30 WIB ini menyasar sumbatan tanaman eceng gondok yang menutupi permukaan air sepanjang kurang lebih 150 meter di wilayah Kalimaja. Tanpa canggung, para petugas mengenakan sepatu bot dan alat seadanya untuk mengangkat tumpukan gulma yang selama ini menghambat laju arus air.
Kegiatan ini menjadi potret nyata sinergi lintas sektoral di Bumi Wiralodra. Hadir di lokasi antara lain Camat Arahan Roehaenah, S.T., M.Si., Kapolsek Arahan AKP Sutrisno, S.H., M.H., Kuwu Desa Cidempet Muhafidin, M.Pd., hingga kelompok mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung yang tengah mengabdi di desa tersebut.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kapolsek Arahan, AKP Sutrisno, menegaskan bahwa normalisasi saluran pembuang ini merupakan langkah darurat mitigasi bencana banjir dan genangan di wilayah tersebut.
“Tumpukan eceng gondok ini sangat berbahaya jika dibiarkan saat hujan deras. Aliran air yang terhambat bisa meluap dan merendam lahan pertanian produktif maupun pemukiman warga. Itulah mengapa kami bersama pemerintah kecamatan dan warga bergerak cepat,” ujar AKP Sutrisno.
Menurut Kapolsek, keberadaan mahasiswa KKN Unpad yang turut terjun ke air memberikan energi positif bagi masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab kolektif, mulai dari birokrasi, aparat keamanan, akademisi, hingga warga akar rumput.
Hingga pukul 11.00 WIB, aliran air di saluran Kalimaja kembali nampak lancar setelah ratusan kilogram eceng gondok berhasil dievakuasi ke daratan. AKP Sutrisno pun memberikan pesan khusus kepada warga agar hasil kerja keras ini dijaga dengan baik.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak sekadar membersihkan, tapi juga merawat. Lingkungan yang bersih dari sampah dan gulma akan berdampak langsung pada keamanan, kesehatan, serta kenyamanan hidup kita bersama,” pungkasnya. (*)
Editor: Ade Irawan