OKK PWI Kota Cirebon Resmi Dibuka, Tiga Wartawan Nusantara Indonesia Ikuti Pembekalan Wartawan Profesional, Beretika dan Berintegritas
KOTA CIREBON, (nusantaraindonesia.id),- Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon tahun 2025 telah resmi dimulai di Gedung Mall UKM Kota Cirebon. Kamis, (20/11/2025).
Sebanyak 50 calon anggota berasal dari Kota Cirebon dan Kabupaten/ Kota lainnya di Jawa Barat mengikuti pembekalan sebagai syarat bergabung dengan organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia tersebut.
Dari 50 peserta tersebut, tiga wartawan dari media online nusantaraindonesia.id turut mengikuti kegiatan tersebut. Diantaranya, Abdul Jaelani, Ade Irawan dan Moh Sofwan Hidayatullah.
OKK Kota Cirebon angkatan pertama tahun 2025 itu mengusung tema "Membentuk Wartawan Profesional, Beretika dan Berintegritas".
Plt Ketua PWI Jawa Barat, Ahmad Syukri, membuka kegiatan OKK sekaligus memberikan materi tentang Sejarah PWI & Keorganisasian. Ia mengatakan, OKK ini merupakan salah satu tahap bagi seorang wartawan untuk masuk menjadi anggota PWI.
"OKK ini menjadi pintu masuk untuk menjadi anggota PWI," ujarnya.
Masih dikatakan Arie, sapaan akrab Ahmad Syukri, kegiatan OKK ini bertujuan membentuk wartawan yang profesional, beretika dan berintegritas sesuai tema pada kegiatan ini.
Pada sesi akhir,peserta mengikuti ujian tertulis mengenai penulisan berita dan dinamika media yang dijawab melalui tulisan tangan di kertas. Di mana sebelumnya, para peserta ini mendapatkan materi dari sejumlah pemateri. Selain dari Plt Ketua PWI Jawa Barat terkait Sejarah PWI dan Keorganisasian, materi lainnya juga disampaikan kepada para peserta. seperti rambu-rambu pers yang disampaikan oleh Wakabid Advokasi PWI Jabar, Agus DInar, teknis penulisan berita oleh Bendahara PWI Jabar, Ati Suprihatin serta tantangan dan peluang media massa oleh Sekum PWI Jabar, Tantan S Bukhawan.
Sementara itu, Ketua PWI Kota CIrebon, M Alif Santosa SH mengatakan, antusias peserta OKK kali ini sangat besar, tercatat ada 70 pendaftar namun terverifikasi hanya 50 orang yang dapat mengikuti. (*)
