Tradisi Nadran di Karangsong Indramayu Jadi Simbol Syukur dan Gotong Royong Nelayan
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan arak-arakan meron berisi kepala kerbau yang diiringi seni tradisional, musik tabuhan, dan tarian khas daerah. Antusiasme warga dari berbagai kalangan terlihat memenuhi sepanjang jalan menuju dermaga pelepasan untuk menyaksikan ritual yang sarat makna spiritual dan budaya ini.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menyampaikan apresiasi mendalam atas kekompakan para nelayan Karangsong dalam menjaga warisan leluhur. Ia menegaskan bahwa Nadran bukan sekadar seremoni, melainkan wujud syukur kepada Allah SWT sekaligus penguat identitas budaya gotong royong masyarakat pesisir.
"Tradisi Nadran ini adalah warisan budaya yang luar biasa. Semoga melalui kegiatan ini, semangat gotong royong dan kecintaan terhadap laut terus hidup. Hal ini sejalan dengan visi Indramayu Reang," ujar Syaefudin.
Ia juga menambahkan komitmen pasangan Lucky Hakim dan Syaefudin untuk terus mendukung pelestarian adat ini sebagai kekayaan daerah yang patut dipromosikan secara luas. Diharapkan, pasca-ritual ini, kesejahteraan nelayan meningkat seiring dengan melimpahnya hasil tangkapan laut.
Puncak acara ditandai dengan pemecahan kendi oleh Wakil Bupati sebagai simbol pelepasan prosesi. Selanjutnya, Syaefudin bersama Ketua KPL Mina Sumitra, Darto, serta tokoh adat menaiki kereta kencana menuju kapal utama untuk membawa meron ke tengah laut. Iring-iringan puluhan perahu nelayan turut mengawal pelarungan kepala kerbau tersebut di titik yang telah ditentukan.
Ketua KPL Mina Sumitra, Darto, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dalam pelestarian adat ini. Ia berharap momentum Nadran dapat membawa dampak positif bagi ekonomi para anggota koperasi dan nelayan pada umumnya.
"Dengan dilaksanakannya Nadran ini, diharapkan dapat meningkatkan tangkapan nelayan Karangsong yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan mereka sendiri," kata Darto.
Selain ritual sakral, kemeriahan Nadran Karangsong 2025 juga dilengkapi dengan berbagai hiburan rakyat serta bazar UMKM lokal yang terpusat di sekitar area KPL Mina Sumitra, memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk turut merasakan dampak ekonomi dari perhelatan budaya ini. (*)