INDRAMAYU, (nusantaraindonesia.id),- Konten Digital menjadi sangat penting saat ini. Apalagi untuk mempromosikan bidang pertanian yang menjadi andalan bagi Kabupaten Indramayu. Pertanian, digitalisasi, dan milenial merupakan unsur yang harus saling terintegrasi agar pertanian bisa di kelola secara modern.

Untuk mendukung program tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu memberikan materi pembuatan konten digital pada kegiatan Pelatihan 1.000 Petani Muda Indramayu yang dilaksanakan di UPT Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu di Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Kamis (2/5/2024).

Pelatihan 1.000 Petani Muda Indramayu merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Nina Agustina untuk memperkuat sektor pertanian dengan memberikan pelatihan gratis kepada masyarakat termasuk pelajar dan mahasiswa (milenial) untuk mengembangkan pertanian secara berkelanjutan.

Salah satu aspek penting dari pelatihan yang dilaksanakan adalah memahamkan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam konten digital bagi kemajuan pertanian di Kabupaten Indramayu.

“Dalam era di mana penggunaan teknologi makin tak terhindarkan, alat elektronik seperti smartphone menjadi sarana utama yang dapat memperluas akses informasi dan peluang bagi para petani muda,” hal tersebut ditegaskan oleh Jurnalis dan Konten Kreator dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Deni Sanjaya ketika memberikan materi pelatihan.

Deni menambahkan keterlibatan Diskominfo dalam pelatihan ini diharapkan muncul konten kreator digital di bidang pertanian khususnya petani muda untuk dapat mengkampanyekan pentingnya pertanian masa depan yang berbasis teknologi.

Kemudian, konten digital, khususnya dalam bentuk video, menjadi salah satu sarana efektif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Namun, pembuatan konten video memerlukan pemahaman akan tujuan dan platform distribusinya. Dari YouTube hingga TikTok, setiap platform memiliki kebutuhan dan format yang berbeda.

Selanjutnya, pentingnya memperhatikan konten digital adalah untuk mempromosikan generasi petani muda di Indramayu dan mengungkapkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Pembuatan konten video juga melibatkan beberapa teknik seperti teknik pengambilan gambar dan pengelolaan penyimpanan.

Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, Dinas Komunikasi dan Informatika mengajak para petani muda untuk memanfaatkan konten digital dengan membuat konten ketika bertani dan mengunggahnya di media sosial. Dinas Komunikasi dan Informatika sangat bersedia untuk bertukar pikiran mengenai konten tersebut guna menarik minat masyarakat.

“Teman-teman silakan buat kontennya lalu bisa datang ke Diskominfo, boleh kita bertukar pikiran di Diskominfo,” tambah Deni.

Melalui pemanfaatan teknologi dan konten digital, generasi petani muda di Indramayu memiliki peluang untuk mengekspos potensi dan kontribusi mereka dalam sektor pertanian. (Tarudi)