INDRAMAYU, (nusantaraindonesia.id),- Debit Sungai Cimanuk yang terus mengalami peningkatan mengakibatkan kekhwatiran dari warga yang berada di pinggiran daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk. Bahkan di beberapa desa mengalami luapan sehingga masuk ke perumahan warga.

Peningkatan debit Sungai Cimanuk tersebut direspon Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina dengan meninjau langsung Pintu Air Bojongsari yang kondisinya sangat rendah dan mengakibatkan tersumbatnya saluran air bahkan dipenuhi sampah, Senin sore (12/2).

Di Pintu Air Bojongsari, Bupati Indramayu menemukan penyumbatan aliran air yang disebabkan tumpukan sampah. Selain itu terjadi peningkatan debit air karena ada penambahan dari hulu dan ada pembagian air di Bendung Karet Bangkir yang masuk ke Cimanuk lama kota Indramayu.

Melihat kondisi demikian, sebagai langkah darurat orang nomor satu di Pemkab Indramayu tersebut meminta Dinas PUPR untuk segera mengirimkan alat berat exskavator untuk mengangkat tumpukan sampah yang menghambat laju air.

Selain itu direncanakan juga akan dilakukan pengangkatan dan pembangunan ulang jembatan yang menghubungkan Kelurahan Bojongsari dengan Desa Terusan agar kondisinya lebih tinggi.

"Untuk langkah darurat ini kita datangkan alat berat sore ini juga untuk mengangkat tumpukan sampah ini, supaya air bisa mengalir lancar ke muara," kata Nina.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang juga Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Asep Abdul Mukti mengatakan, kewaspadaan bagi daerah-daerah yang ada di aliran sungai harus ditingkatkan.

Wilayah tersebut diantaranya Kecamatan Sukagumiwang, Kertasemaya, Jatibarang, Widasari, Lohbener, Sindang, Indramayu, dan Pasekan.

Selain itu, BPBD Indramayu juga saat ini sudah menyiapkan 3 Posko Penanggulangan Bencana dalam Pelaksanaan Pemilu yakni di Kecamatan Losarang, Patrol, dan Jatibarang.

"Semua Posko berada di kantor kecamatan dan beranggotakan Petugas BPBD, Tim URC dan Relawan," kata Asep. (Red)