INDRAMAYU, (nusantaraindonesia.id),- Pemkab Indramayu bersama dengan komunitas dan LSM Pegiat Human Immunodeficiency Virus and Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan peringatan Hari AIDS sedunia tingkat Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Indramayu, Jumat (15/12/2023).

Kolaborasi tersebut merupakan bentuk sinergitas dan komitmen yang dilakukan oleh Pemkab Indramayu dengan berbagai stakeholder dalam penanggulangan HIV/AIDS sesuai dengan tema hari AIDS sedunia tahun 2023 yakni bergerak bersama komunitas akhiri AIDS 2030.


Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Wawan Ridwan menyampaikan, peringatan hari AIDS tidak hanya dilakukan oleh unsur tenaga kesehatan saja, melainkan oleh berbagai elemen masyarakat.


Hal tersebut menandakan sebagai pengingat bagi masyarakat agar dapat mencegah dan menanggulangi AIDS serta untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV terutama dalam menyongsong Indonesia bebas HIV/AIDS 2030.


“Peringatan hari AIDS ini menjadi momentum bagi kita untuk dapat bersama saling mengingatkan satu sama lain untuk dapat mencegah HIV/AIDS,” ujarnya.


Lanjut Wawan, situasi terkini kasus HIV/AIDS di Kabupaten Indramayu berdasarkan kasus kumulatif sebanyak 5392 kasus sejak pertama kali ditemukannya kasus HIV di Kabupaten Indramayu tahun 1993 dan sampai saat ini masih tercatat ada 2700 penderita HIV yang aktif berobat.


Dalam penanganan kasus HIV/AIDS, pemkab Indramayu terus melakukan sosialisasi dan promosi kesehatan melalui berbagai media yang mudah diakses oleh masyarakat terkait HIV/AIDS, meningkatkan layanan akses skrining pada kelompok berisiko tinggi serta ibu hamil, serta meningkatkan dan mendekatkan akses pelayanan melalui pembukaan klinik Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) yang memberikan obat ARV serta tatalaksana penyakit infeksi oportunistik dan support mental klien.


Klinik PDP tersebut tidak hanya ada di lima rumah sakit yakni RSUD Indramayu, RSUD Pantura MA Sentot Patrol, RSUD Mursyid Ibnu Syafiuddin Krangkeng, RS Bhayangkara, serta RS Sentra Medika. Namun tahun ini pelayanan tersebut telah berjalan di 8 puskesmas yaitu Puskesmas Karangampel, Kedokanbunder, Temiyang, Terisi, Jatibarang, Margadadi, Lohbener, serta Puskesmas Bongas.


“Dengan mendekatkan akses pelayanan diharapkan ODHIV akan semakin baik berobat, lebih patuh dan disiplin minum obat ARV agar selalu hidup sehat dan berdaya,” ujarnya.


Dengan demikian, diperlukan peran aktif dari berbagai stakeholder guna terus meningkatkan kualitas program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS serta terjalinnya koordinasi dan kerjasama yang harmonis dengan untuk melaksanakan program tersebut.


Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Indramayu yang juga merupakan sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Indramayu, Atang Riko Hasbudi menyampaikan, partisipasi masyarakat Indramayu dalam pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS juga tertuang dalam Peraturan Daerah Indramayu Nomor 8 Tahun 2009, dimana dalam peraturan daerah tersebut semua berkewajiban menyelenggarakan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Indramayu.


Puncak peringatan Hari AIDS sedunia tingkat Kabupaten Indramayu juga turut dihadiri Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat yang juga merupakan ketua harian KPA Kabupaten Indramayu, Jajang Sudrajat, serta perwakilan Forkopimda, OPD di lingkungan Pemkab Indramayu, organisasi profesi, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, kalangan akademisi, serta pelajar dan mahasiswa, dan tamu undangan lainnya.


Diketahui dalam acara tersebut, dilaksanakan juga penyerahan bantuan paket nutrisi, penyerahan hasil karya cinderamata dari komunitas untuk Bupati Indramayu, serta penandatanganan komitmen bersama program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dalam rangka peringatan Hari AIDS sedunia tingkat Kabupaten Indramayu tahun 2023. (Asyik Billah)