INDRAMAYU, (nusantaraindonesia.id),- Program Pusat Pangan (PUSPA) yang digulirkan Bupati Indramayu, Nina Agustina, mulai masuk ke sekolah-sekolah. Sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah menerapkan Puspa.


Memanfaatkan pekarangan (lahan tidur) di sekitar sekolah, sejumlah SD dan SMP membuat Puspa dengan beragam tanaman. Mulai tanaman pangan hingga tanaman obat atau lazim disebut apotek hidup.


Salah satunya Puspa yang diterapkan oleh SD Negeri Margadadi 4, Kecamatan Indramayu. Pihak sekolah bersama komite memanfaatkan lahan tidur di belakang bangunan gedung sebagai area Puspa.


Kepala SDN Margadadi 4, Ida Faridah mengatakan, ia bersama guru-guru, paguyuban orang tua murid serta komite sekolah sepakat membangun Puspa dengan memanfaatkan lahan tidur. Berbagai tanaman pangan dan tanaman obat ditanam di Puspa tersebut.


“Program Puspa ibu bupati sejalan dengan program di sekolah kami yakni Sehati, sekolah bersih dan sehat. Bisa dijadikan pelajaran ruang luar murid untuk edukasi pemanfaatan pekarangan dan soal pentingnya menjaga pangan,” ungkap Ida Faridah didampingi Komite Sekolah, Ihsan Mahfudz, dan petugas penjaga Puspa, Usep Suhara, Selasa, 10 Oktober 2023.


Bupati Indramayu, Nina Agustina, mengatakan Puspa di wilayahnya berjalan dengan baik. Sejak digulirkan, gerakan Puspa telah menyebar di seluruh Kabupaten Indramayu.


Awalnya Puspa diterapkan di kantor-kantor kecamatan, lalu menyebar ke balai desa. Sekarang, kata Nina, Puspa mulai diterapkan di rumah-rumah warga dan sekolah.


“Sangat penting memberi edukasi soal pemanfaatan pekarangan dan kesadaran mengelola pangan secara mandiri. Tanaman bahkan perikanan di Puspa bisa dijadikan pemenuhan kebutuhan keluarga dan sumber penopang ekonomi baru,” tukas Nina.


Nina berharap, program Puspa akan terus berkembang hingga kehadirannya sampai di pekarangan rumah-rumah warga. Sebab, imbuh dia, ada banyak manfaat lain dari Puspa diantaranya adalah kepedulian menjaga lingkungan. (Sunarto)