Advertisement
Terkini
NUSANTARA INDONESIA

NUSANTARA INDONESIA

  • Untuk Anda
  • Berita Utama
  • network Network
  • domain Tentang Kami
  • contacts Kontak Kami
Dark Mode
Large text article
Bookmarks

  • Home
  • Budaya
  • indramayu

Jamasan Pusaka, Ritual Pembersihan Benda Pusaka Warisan Leluhur

Tayang: 27 September
Share
  • Copy linkCopied successfully
  • Share on Facebook
  • Share on X (Twitter)
  • Share on WhatsApp
  • Share on Telegram
  • Share on LinkedIn
  • Share on Pinterest
  • Share on Tumblr
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

 


INDRAMAYU, (nusantaraindonesia.id),- Menyambut peringatan Hari Jadi Kabupaten Indramayu yang ke-496, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Indramayu mengadakan ritual Jamasan Pusaka di kediaman Juru Pelihara (Jupel) benda pusaka, Dasuki di Desa Pekandangan Indramayu. Selasa, (26/09/2023).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Kebudayaan pada Dikbud Indramayu, Uum Umiyati, Pamong Budaya Ahli Muda/Subkoordinator Kelompok Substansi Sejarah dan Tradisi Dikbud Indramayu, Evi Ahadiatun Aeni, Pamong Budaya Ahli Muda/Subkoordinator Kelompok Substansi Cagar Budaya dan Permuseuman Dikbud Indramayu, Suparto Agustinus dan undangan lainnya.


Jamasan pusaka ini, selain dalam rangka hari Indramayu, juga sebagai upaya membersihkan benda pusaka, merawat, memandikan serta memelihara benda pusaka atau keris peninggalan para leluhur pendahulu kita agar tetap terjaga dengan baik dan tidak mengalami kerusakan.


Jupel benda pusaka, Dasuki menjelaskan, jumlah pusaka yang dilakukan pembersihan sebanyak 80 buah benda pusaka. 


“Jumlah benda pusaka yang dijamas ini sebanyak 80 buah, tetapi yang utamanya ada 5 buah yakni, Cakra Udaksana Kiai Tambu, Gagak Pernala, Gagak Handaka, Oyod Mingmang Latamosandi, Jubah Tambal Sewu, dan senjata pusaka lainnya,” katanya. 


Sementara itu, Kabid Kebudayaan, Uum Umiyati mengatakan, dirinya bersyukur atas terlaksananya kegiatan jamasan tersebut sehingga benda-benda pusaka dapat dilihat oleh Masyarakat Indramayu saat ini. 


“Alhamdulillah saat ini pusaka-pusakanya masih bisa terjaga, dilestarikan dan masih bisa dilihat oleh Masyarakat Indramayu,” ujarnya.


Uum menambahkan, pelaksanaan jamasan ini membutuhkan waktu 7 hari hingga semua benda pusaka selesai dijamas.


“Alhamdulillah, pusaka-pusaka ini sudah disucikan, kami membutuhkan waktu kurang lebih 7 hari, dari tanggal 19 September lalu sampai dengan hari ini yang merupakan puncak jamasannya, sehingga nantinya beberapa pusaka akan dibawa dan dilaksanakan kirab Pusaka pada tanggal 29-30 lintas 31 Kecamatan serta pawai pataka pada tanggal 7 Oktober dari Pendopo ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Indramayu,” ungkapnya. (Abdul Jaelani)



Berita Terkait
Post a Comment
Cancel
  • Google News
  • Logo
Advertisement
Advertisement
Iklan -- scroll untuk lanjut membaca
DomaiNesia
Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement
Advertisement
Close Ads
Advertisement
Korsel Gambar
Sorotan
  • Diduga Tak Berijin, Pemasangan Kabel Fiber Optik Wifi Dompleng di Tiang Listrik dan Tiang Telkom

    Tayang: 07 May
  • Klinik Karangampel Sehat, Solusi Akses Layanan Kesehatan yang Terjangkau Masyarakat dan Gratis bagi Anak Yatim

    Tayang: 27 August
  • Trend Paslon Nomor Urut 1, Bambang - Kasan Terus Alami Peningkatan di Pilkada Indramayu 2024

    Tayang: 03 November
  • Indramayu Siap Gelar Pilkades Elektronik 2025, Jadi Pilot Project Jawa Barat Tahun 2026

    Tayang: 16 June
  • Lucky Hakim - Syaefudin Resmi Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Terpilih

    Tayang: 10 January
  • Ikuti Google News
    Nusantara Indonesia
  • Ikuti Fanpage Facebook
    Nusantara Indonesia
  • Ikuti WhatsApp Channel
    Nusantara Indonesia
  • Instagram
  • YouTube
  • Twitter
  • TikTok
  • Facebook
Logo
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© 2025 Nusantara Indonesia All Right Reserved.
Seedbacklink