INDRAMAYU, (nusantaraindonesia.id),- Keluhan petani Desa Ranjeng Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu yang terancam gagal panen karena suplai air yang menipis langsung direspon cepat Bupati Indramayu Nina Agustina dengan meminta tambahan debit ke BBWS Cimanuk Cisanggarung.


Alhasil, Selasa sore (8/8/2023) tambahan debit air sudah masuk ke saluran irigasi sejauh pengamatan UPT DPUPR Losarang, diharapkan bisa masuk petak-petak sawah yang sudah mulai mengering.


Bupati Indramayu Nina Agustina melalui Camat Losarang Boy Billy Prima menjelaskan, bersama dengan Pemdes Ranjeng, mitra cai, dan UPT PUPR, dan pengamat pengairan, telah melakukan peninjauan langsung pada Hari Senin (7/8/2023) di 4 blok yang hampir gagal panen yakni Blok Susukan, Blok Pulo, Blok Tengkele dan Blok Cibuaya.


Kemudian dilanjutkan pada Hari Selasa (8/8/2023) dengan rakor evaluasi gilir giring air dengan semua pihak yang terlibat. Dari rakor tersebut, dihasilkan keputusan untuk segera meminta kepada BBWS Cimanuk Cisanggarung sebagai pengelola Bendung Rentang untuk dilakukan penambahan debit air supaya bisa sampai ke wilayah Losarang.


Boy menambahkan, terjadinya kekeringan dan ancaman gagal panen tersebut karena debit air Saluran Induk Barat Cipelang saat itu diangka 13.360 kubik. Sementara daerah bawah mulai BT 15 – 21 yang meliputi Kecamatan Terisi, Cikedung, Losarang dan Kandanghaur debit airnya minim, hal ini dikarenakan daerah atas mulai BT 1 – 14 yang meliputi Kecamatan Bangodua, Tukdana, dan Lelea sudah mulai mengambil air sehingga daerah bawah mengalami penurunan debit air.


“Kami mengusulkan agar debit air ke Saluran Induk Barat Cipelang dinaikan minimal menjadi 15.000 kubik, agar pasokan air untuk wilayah bawah BT 15 – 21 bisa tercukupi,” kata Boy.


Boy melanjutkan, pada Selasa sore peningkatan debit air sudah mulai mengalami peningkatan secara bertahap. Diharapkan petani bisa memanfaatkan datangnya air ini dengan sebaik mungkin sehingga bisa menyelematkan sawah petani. (Sarnadi/ NI)