SUKABUMI, (nusantaraindonesia.id),- Debit air pada beberapa sumber air yang dikelola oleh Perumda AM Tirta Bumi Wibawa seperti Batu Karut dan Kadudampit, masih  dalam batas normal. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Humas dan Hubungan Pelanggan Perumda AM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi, Asep Abidin. Jumat, 4 Agustus 2023.


Disampaikannya, produksi air pada periode Bulan Januari hingga Juli berada pada batas normal dengan rata – rata mencapai 1.000.144 kubik. 


Oleh karena itu, menurutnya dimusim kemarau kali ini belum diberlakukan penggiliran distribusi air kepada pelanggan, karena debit air masih mencukupi. 


Adapun penggiliran akan dilakukan jika debit air menipis berkurang hingga 50 persen dari batas normal.


“Alhamdulillah kami bisa melayani dengan stabil. Karena hasil produksi air dari sumber – sumber ini masih dianggap normal. Keluhan – keluhan dari pelanggan masih tergolong normal dan strategi layanan kepada pelanggan masih diupayakan 24 jam. Penggiliran dilakukan ketika debit air disumber sudah kritis. Sekarang debit diangka 90 – 95 persen.” Ucapnya.


Ia pun menyampaikan, bahwa Perumda AM Tirta Bumi Wibawa telah menyiapkan layanan pengiriman air melalui truk tangki bagi para pelanggan, seandainya distribusi air tidak normal dampak dari musim kemarau. Ia pun menjanjikan setiap keluhan mengenai kurangnya pasokan air akan ditanggapi dengan cepat, maksimal dalam 1 x 24 jam.


“Bilamana pelayanan kepada pelanggan dianggap tidak normal, tidak dapat air berhari – hari, kami sudah siapkan program pengiriman air melalui kendaraan tangki, langsung dikirimkan kepada pelanggan yang menyampaikan keluhan atau memberikan informasi kepada kami, langsung ditindaklanjuti dalam 24 jam. Kami memiliki tim untuk memberikan pelayanan secara langsung.” Jelasnya.


Dalam memastikan debit air pada beberapa sumber tetap berada pada ambang normal, Perumda AM Tirta Bumi Wibawa pun memiliki program penghijauan yang dilaksanakan berkolaborasi dengan berbagai komunitas dan pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP). Program ini telah berjalan selama empat tahun dengan jumlah pohon yang ditanam mencapai sekitar 1000 pohon. (Al Ihza Mahendra/ NI)