CIKARANG BARAT, (nusantaraindonesia.id),- Memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-73 dan HUT RI ke-78, Pemkab Bekasi melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) menggelar Skill Competition Lomba Pemadam Kebakaran antar kawasan industri dan perusahaan se-Kabupaten Bekasi. 

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Muhamad Kurnaefi mengatakan, lomba tersebut merupakan ajang unjuk skill sekaligus mengasah keterampilan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penanggulangan kebakaran di lingkungan perusahaan.

"Tujuannya agar prosedur dan penerapan manajemen kebakaran di perusahaan sesuai dengan SOP yang berlaku. Selain itu, untuk meningkatkan profesionalitas, kemampuan dan keterampilan petugas pemadam kebakaran di lingkungan perusahaan. Jadi event ini yang pertama kali di Kabupaten Bekasi," ucap Kurnaefi, Kamis (20/07/23).

Kurnaefi menjelaskan, dalam ajang perlombaan bertajuk 1st Bekasi Fire Fighter Challenge Skill Competition tersebut sekaligus sebagai wujud apresiasi pemerintah daerah kepada unsur swasta, terutama petugas K3 di lingkungan perusahaan sebagai garda terdepan dalam memastikan keamanan dan pengendalian terhadap insiden kebakaran. 

"Alhamdulillah saat ini masih proses pendaftaran dan sudah ada lebih dari 20 perusahaan yang mendaftar baik dari lingkungan kawasan industri maupun yang ada di luar kawasan industri," katanya.

Adapun mekanisme penilaian lomba adalah tentang penerapan sistem manajemen kebakaran yang sesuai dengan prosedur yang berlaku. Termasuk dalam SOP penggunaan alat-alat bantu pemadam kebakaran. 

"Jadi ini juga sebagai sarana edukasi tentang penerapan manajemen sistem kebakaran yang benar itu seperti apa. Jadi mulai dari pemakaian Alat Pelindung Diri (APD), penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan hydrant hingga cara pemadaman api yang efektif," ujarnya.

Dirinya berharap melalui ajang perlombaan ini, dapat memotivasi seluruh perusahaan agar dapat lebih memahami sistem manajemen kebakaran yang baik sehingga nantinya di lingkungan perusahaan memiliki petugas-petugas yang cakap dalam menangani insiden kebakaran secara cepat dan tepat.

"Sebab penanganan kebakaran di perusahaan harus cepat, di sana ada banyak karyawan yang harus diselamatkan serta banyaknya bahan yang mudah terbakar. Jadi ini akan menjadi bekal dalam memperkokoh sistem keamanan perusahaan itu sendiri," terangnya. (Khaerul Imam/ NI)