JAKARTA, (nusantaraindonesia.id), - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memimpin rapat Evaluasi Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Rumah Rusak bagi masyarakat terdampak gempa Cianjur November 2022 lalu. Rapat ini dilaksanakan di Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat pada Jumat (14/7). 


Dalam arahannya, Suharyanto menyampaikan meski gempa Cianjur sudah cukup lama berlalu, BNPB tetap memprioritaskan penanganan bencana di Cianjur. 


"Saya sebulan sekali, di tengah adanya bencana lain yang ada di Indonesia,” ucap Suharyanto.


Berdasarkan laporan yang diterima, warga yang direlokasi telah menempati lokasi yang sebelumnya telah disediakan.


“Relokasi di Desa Sirnagalih dan Mande, telah ditempati. Meskipun belum semua fasilitas terpenuhi, proses terus berjalan, tidak tiba-tiba semuanya sempurna,” lanjutnya.


“Pemerintah pusat dalam hal ini BNPB dan PUPR sedang menyiapkan lahan baru untuk relokasi masyarakat, yakni di wilayah Cipanas. Rencananya ada 190 kepala keluarga yang akan dipindahkan ke sana,” imbuh Suharyanto.


Terkait adanya laporan tindakan penyelewengan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, Suharyanto menegaskan hal tersebut akan langsung ditindak oleh aparat TNI/Polri setempat.


“Jika ada oknum-oknum yang melakukan penyimpangan, segera ditindak. Agar masyarakat tidak dirugikan,” pungkasnya.


Rapat kali ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi BNPB, perwakilan Kementerian PUPR,  Danrem 061/Suryakencana, Dansatgas Perbantuan TNI Kabupaten Cianjur, Kepala Pelaksaana BPBD Kabupaten Cianjur, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Cianjur. (Red)