INDRAMAYU, (nusantaraindonesia.id),- Kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 6 kuartal berturut-turut berada diatas 5 persen. Hal tersebut merupakan suatu capaian luar biasa dan positif, terlebih beberapa negara lain pertumbuhan ekonominya berada dibawah 5 persen.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengatakan, dengan terus meningkatnya pertumbuhan ekonomi tersebut, World Bank menempatkan Indonesia pada kategori negara menengah keatas dari yang sebelumnya menengah kebawah.

“Pertumbuhan ekonomi kita terus meningkat, ini merupakan prestasi luar biasa,” ungkapnya dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) secara daring, Selasa (4/7/2023).

Namun demikian, Tito menyampaikan, terdapat beberapa hal yang perlu diwaspadai dimana lingkungan global masih belum stabil terutama dampak pandemi covid-19 yang mengakibatkan ekonomi melamban serta masih terdapat adanya kemungkinan inflasi global. 

Untuk itu, Tito mengajak kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah untuk dapat selalu fokus menganalisis dan melakukan langkah-langkah pencegahan dalam meminimalisir timbulnya potensi krisis termasuk melakukan langkah pengendalian inflasi sehingga inflasi dapat terus terkendali.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini menyampaikan, angka inflasi Indonesia saat ini berada pada angka 3,52 persen, angka tersebut cenderung mengalami penurunan dari bulan Mei yang masih berada pada angka 4 persen, dimana penurunan tersebut menunjukan inflasi di Indonesia relatif terkendali.

Walau begitu, Pudji menjelaskan, kenaikan inflasi secara periode bulan ke bulan cenderung mengalami kenaikan diakibatkan beberapa komoditas yang turut andil dalam fluktuasi angka inflasi seperti Rokok Kretek Filter, Bawang Putih, Rokok Putih, Beras, Daging Ayam Ras, Telur Ayam Ras, serta beberapa komoditas lainnya.

“Ada beberapa komoditas yang inflasinya cukup tinggi, bahkan untuk daging ayam ras sudah inflasi 4 kali,” ungkapnya.

Rapat yang diikuti stakeholder lintas sektor tersebut juga turut dihadiri Pemerintah Kabupaten Indramayu di melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Suwenda, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi pada Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian, Heru Purwanto, serta Kepala Bidang Perekonomian Bappeda-Litbang, Heriyanto Budi Hermawan di Indramayu Command Center (ICC).

Tampak hadir pula Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian, Mohammad Khusen, serta Analis Kebijakan Setda Indramayu, Dartiyah. (Ucup Supriyatno/ NI)