Jakarta, (nusantaraindonesia.id),- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pelaksanaan Bakti Kesehatan Polri Presisi telah diselenggarakan serentak di seluruh jajaran Polda dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-77.


Dalam acara tersebut, terdapat beberapa kegiatan sosial kemanusiaan yang diadakan, termasuk pelatihan Bantuan Hidup Dasar yang berhasil memecahkan rekor MURI dengan diikuti oleh 77.000 peserta.


Acara ini juga menjadi momen peluncuran Aplikasi Tanya Dokkes Presisi, sebuah inovasi yang diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan.


Kapolri berharap melalui aplikasi ini, masyarakat dapat dengan cepat mendapatkan jawaban terkait pertanyaan kesehatan mereka.


“Giat ini kita telah berhasil memecahkan rekor muri pelatihan Bantuan Hidup Dasar terbanyak yang diikuti oleh 77.000 Telapak tangan anak bangsa selain itu juga dilaksanakan launching Aplikasi Tanya Dokkes Presisi serta giat kemanusian lainnya,” tulis Kapolri dalam pernyataannya melalui akun Instagram pribadinya, @listyosigitprabowo dikutip Kamis (13/7/2023).


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menekankan pentingnya peran jajaran wilayah dalam penanganan stunting di masing-masing wilayah. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul guna menyongsong bonus demografi dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.


Selain itu, seorang peserta yang mengikuti operasi penghapusan tato juga memberikan apresiasi kepada Kapolri atas penyelenggaraan operasi tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa depan dengan kesuksesan yang lebih besar.


Kegiatan Bakti Kesehatan Polri Presisi ini menunjukkan komitmen Kapolri dan jajarannya dalam menjalankan tugas sosial kemanusiaan serta meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Diharapkan melalui upaya-upaya ini, Polri dapat semakin dekat dengan masyarakat dan berkontribusi dalam menciptakan Indonesia yang lebih sehat dan maju.


“Saya juga menekankan agar jajaran wilayah dapat berperan aktif terhadap penanganan stunting di wilayah masing-masing, hal ini bertujuan untuk lahirkan SDM Unggul menyongsong bonus demografi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Kapolri. (Maulana Yusuf/ NI)